Mataram, 9/10 (ANTARA) - Kantor Bank Indonesia (BI) Mataram menyatakan, sampai bulan September 2009 laju inflasi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mengalami tren penurunan.
"Tidak adanya tekanan yang berarti pada kelompok 'administered prices' seperti kenaikan harga BBM dan terjaganya pasokan bahan makanan turut menjaga rendahnya laju inflasi," kata Pemimpin BI Mataram, Tri Dharma, di Mataram, Jumat.
Selain itu, kata Tri Dharma, kondisi cuaca yang cenderung kondusif mendukung produktivitas pertanian sehingga tekanan pada kelompok bahan makanan tetap terjaga.
Kendati demikian, adanya faktor musiman yakni tahun ajaran baru 2009/2010, bulan puasa dan hari raya Idul Fitri yang memicu peningkatan kegiatan konsumsi dan memberikan tekanan yang cukup berarti pada laju inflasi.
"Sepanjang triwulan III 2009 komoditas utama yang memberikan sumbangan yang cukup besar pada inflasi di NTB didominasi oleh komoditas bahan bakar rumah tangga, daging ayam ras dan bandeng," ujarnya.
Tri Dharma menyatakan, secara tahunan laju inflasi NTB pada triwulan III tahun 2009 menunjukkan kecenderungan penurunan indeks harga dibanding dengan triwulan sebelumnya.
Laju inflasi tahunan tercatat sebesar 4,63 persen (year-on- year) namun turun tipis dibanding dengan triwulan II tahun 2009 yang mencapai 4,66 persen (year on year).
"Namun, inflasi tahunan NTB masih berada di atas laju inflasi nasional yakni sebesar 2,83 persen (year-on-year) dengan kecenderungan pergerakan arah yang sama," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026