
KANIM MATARAM TUNGGU SIKAP KEDUBES BANGLADESH

Mataram, 13/11 (ANTARA) - Pejabat Kantor Imigrasi (Kanim) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menunggu sikap Kedutaan Besar (Kedubes) Bangladesh di Jakarta atas keberadaan Ibrahim (24) asal Bangladesh di Pulau Lombok secara ilegal.
"Kami tengah menunggu sikap Kedubes Bangladesh atas permasalahan Ibrahim, karena kami sudah menyampaikan surat resmi untuk menindaklanjuti keberadaan warga Bangladesh secara ilegal di Pulau Lombok itu ," kata Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Mataram, Muhammad Adnan, di Mataram, Jumat.
Ia mengatakan, jika dalam beberapa pekan mendatang pihak Kedubes Bangladesh masih juga bersikap apatis terhadap warga negaranya yang berada di Pulau Lombok secara ilegal, maka warga Bangladesh itu akan dikirim ke rumah detensi imigrasi Jakarta.
Pihak Direktorat Keimigrasian Departamen Hukum dan HAM yang akan menginterogasi warga Bangladesh itu kemudian mengambil sikap tegas sesuai aturan yang berlaku.
"Tentu kami berharap pihak Kedubes Bangladesh di Jakarta merespons surat resmi yang kami kirim, agar ada solusi terbaik dalam penanganan imigran ilegal itu," ujarnya.
Menurut Adnan, pihaknya mengamankan Ibrahim di ruang tahanan Kanim Mataram sejak pertengahan Oktober lalu, setelah diserahkan jajaran Polda NTB.
Polda NTB menemukan Ibrahim yang mengaku berasal dari Bangladesh itu di wilayah Kabupaten Lombok Timur, ketika tengah mencari seseorang yang disebut sebagai kerabatnya.
Ibrahim yang fasih berbahasa melayu karena pernah tinggal di Malaysia selama enam tahun itu mengaku dokumen perjalananan antarnegara yang dimilikinya hilang dalam perjalanan ke Pulau Lombok.
"Mungkin, polisi ingin mengetahui kejelasan status kemigrasian sehingga menyerahkan Ibrahim ke Kanim Mataram. Kami pun kesulitan menindaklanjutinya karena pemuda itu tidak dibekali dokumen kemigrasian," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
