Mataram, 7/7 (ANTARA) - Tenaga Kerja Indonesia asal Nusa Tenggara Barat terbanyak bekerja di ladang kelapa sawit di Malaysia Timur.

     "Dari 29.841 orang tenaga kerja yang ditempatkan selama enam bulan terakhir, Januari-Juni 2010, yang bekerja di perkebunan sawit sebanyak 17.797 orang," kata Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan  Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Mataram I Komang Subadra, di Mataram, Rabu.

     Ia mengatakan dari 17.797 orang yang bekerja di ladang kelapa sawit tersebut, sebanyak 201 orang di antaranya pekerja perempuan.

     "Selama ini TKI asal NTB paling banyak menjadi pekerja ladang, ini sesuai dengan latarbelakang mereka yang umumnya petani, sehingga mereka tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan jenis pekerjaan tersebut," katanya.

     Selain sebagai pekerja ladang, kata dia, TKI asal NTB juga banyak yang bekerja sebagai penata laksana rumah tangga (PLRT) di Arab Saudi dan negara timur tengah lainnya, selama enam bulan tahun 2010 ini jumlahnya mencapai 11.273 orang.

     Selain itu TKI asal NTB juga banyak yang bekerja sebagai operator produksi, sebanyak 417 orang, selebihnya menjadi pekerja kilang/industri/ pekerja konstruksi, sopir, cleaning services, pekerja peternakan, pekerja resoran dan pekerja hotel.

     "Para TKI yang bekerja di berbagai negara itu umumnya cukup berhasil, kalau sebelumnya tinggal di rumah tidak layak huni, dari hasil bekerja di luar negeri mereka mampu membangun rumah permanen, bahkan membeli sepeda motor dan barang elektronik," ujarnya.

    Mengenai target penempatan TKI di luare negeri selama tahun 2010, Subadra mengatakan, tahun ini ditargetkan sebanyak 60.000 orang, meningkat dari tahun lalu yang tercatat 55.000 orang.

    "Kami optimis target penempatan TKI tersebut akan tercapai, karena peluang perka di luar negeri masih cukup luas dan minat masyarakat juga tinggi terutama untuk bekerja di Malaysia dan Arab Saudi," katanya.(*)