YBM PLN khitan puluhan anak miskin di pedalaman Bima
Rabu, 3 Maret 2021 20:43 WIB
Seorang ayah menggendong anaknya yang akan disunat. (ANTARA/HO/PLN)
Mataram (ANTARA) - Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat bersama Komunitas Gerak Bareng menggelar program khitanan massal yang diikuti sebanyak 29 anak-anak miskin di pedalaman Kabupaten Bima.
Pelaksana harian Ketua YBM PLN Unit Induk Wilayah NTB Mohammad Kukuh Amukti, melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Rabu, menjelaskan kegiatan sosial tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap warga kurang mampu.
"Khitanan massal ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap sesama. Ada tanggung jawab moral untuk membantu saudara-saudara yang kurang mampu," katanya.
Khitanan massal berlangsung selama dua hari dan dilaksanakan di dua titik, yaitu di Mushola Al Musta'mir, kelurahan Tanjung, Bima dan Musholla Al-Muhajirin / Musholla Ibu Sei, kelurahan Pane, Bima.
Menurut dia, acara tersebut bukan saja membantu kesehatan anak-anak di pedalaman Bima menuju jenjang remaja, tapi juga sebagai bentuk syiar Islam tentang berapa pentingnya lelaki muslim yang beranjak remaja untuk disunat.
"Kegiatan tersebut sebagai langkah untuk menjaga kebersihan kita untuk menjaga kebersihan kita sebagai umat islam, lebih mudah bersuci setelah berkhitan," ujar Kukuh.
Untuk diketahui, situasi pandemi COVID-19 saat ini, proses khitanan tetap menerapkan protokol kesehatan. Sebelum khitanan atau sunatan dimulai, panitia penyelenggara terlebih dahulu mengecek suhu tubuh dan penimbangan berat badan.
Selanjutnya, pengisian formulir kesehatan bagi peserta khitan, dan setelahnya baru dipanggil secara bergilir masuk ke dalam ruangan untuk dilakukan proses khitanan.
Pada acara yang diikuti oleh 29 orang anak tersebut, YBM PLN Unit Induk Wilayah NTB juga membagikan sejumlah bingkisan kepada peserta sunatan massal.
"Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat dan meringankan beban para kaum dhuafa," kata Kukuh.
Pelaksana harian Ketua YBM PLN Unit Induk Wilayah NTB Mohammad Kukuh Amukti, melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Rabu, menjelaskan kegiatan sosial tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap warga kurang mampu.
"Khitanan massal ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap sesama. Ada tanggung jawab moral untuk membantu saudara-saudara yang kurang mampu," katanya.
Khitanan massal berlangsung selama dua hari dan dilaksanakan di dua titik, yaitu di Mushola Al Musta'mir, kelurahan Tanjung, Bima dan Musholla Al-Muhajirin / Musholla Ibu Sei, kelurahan Pane, Bima.
Menurut dia, acara tersebut bukan saja membantu kesehatan anak-anak di pedalaman Bima menuju jenjang remaja, tapi juga sebagai bentuk syiar Islam tentang berapa pentingnya lelaki muslim yang beranjak remaja untuk disunat.
"Kegiatan tersebut sebagai langkah untuk menjaga kebersihan kita untuk menjaga kebersihan kita sebagai umat islam, lebih mudah bersuci setelah berkhitan," ujar Kukuh.
Untuk diketahui, situasi pandemi COVID-19 saat ini, proses khitanan tetap menerapkan protokol kesehatan. Sebelum khitanan atau sunatan dimulai, panitia penyelenggara terlebih dahulu mengecek suhu tubuh dan penimbangan berat badan.
Selanjutnya, pengisian formulir kesehatan bagi peserta khitan, dan setelahnya baru dipanggil secara bergilir masuk ke dalam ruangan untuk dilakukan proses khitanan.
Pada acara yang diikuti oleh 29 orang anak tersebut, YBM PLN Unit Induk Wilayah NTB juga membagikan sejumlah bingkisan kepada peserta sunatan massal.
"Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat dan meringankan beban para kaum dhuafa," kata Kukuh.
Pewarta : Awaludin
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
YBM PLN UIW NTB salurkan bantuan sembako untuk lansia dhuafa di Bajo Pulau
24 February 2026 6:28 WIB
Komisaris dan Direksi PLN nyalakan harapan melalui program LUTD dan YBM PLN
20 December 2025 5:47 WIB
YBM PLN UIP Nusra salurkan bantuan kepada mustahik di sekitar wilayah kerja
31 March 2025 23:27 WIB, 2025
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
RSUD Manggelewa-Jasa Raharja perkuat layanan responsif dan terpadu pasien lakalantas
13 May 2026 7:45 WIB
Keren! Dompu jadi terbaik PANTAU KB 2026, bukti komitmen bangun keluarga berkualitas
27 April 2026 22:10 WIB