Mataram, 2/2 (ANTARA) - Harga kopra di Lombok, Nusa Tenggara Barat kian meningkat mencapai Rp7.000 dari sebelumnya Rp6.000 per kilogram sejalan semakin banyaknya permintaan komoditas tersebut di pasar antarpulau.

         Petani kelapa di Dusun Telok Dalem, Desa Medana, Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara (sekitar 30 kilometer arah utara Mataram), Burhanuddin, Rabu, mengatakan, naiknya harga kopra tersebut mendorong sebagian besar petani kelapa untuk memproduksi kopra, karena dinilai lebih menguntungkan.

         "Sejak beberapa tahun ini petani di Lombok Utara menjual kelapa butiran kendati harganya relatif murah, namun kini sebagian besar mulai memproduksi kopra karena harga komoditas tersebut terus meningkat. Kopra kualitas terbaik harganya mencapai Rp7.000 per kilogram," ujarnya.

         Menurut dia, meningkatnya harga kopra tersebut berdampak terhadap naiknya harga kelapa butiran. Kalau sebelumnya hanya Rp750 hingga Rp1.000 per butir, kini naik menjadi Rp1.500 per butir di tingkat petani.

         Petani lainnya di Telok Dalem Hj Rahmah mengaku selama beberapa tahun ini  tidak memproduksi kopra, karena harganya murah. Namun dengan kian meningkatnya harga komoditas tersebut sejak 2010 ia kembali membuat kopra.

         "Buah kelapa yang diolah menjadi kopra lebih menguntungkan, karena kalau 1.000 butir kelapa diolah menghasilkan 300 kilogram kopra dengan harga jual mencapai Rp2,1 juta, sementara jika menjual kelapa butiran hasilnya hanya Rp1,5 juta belum dihitung hasil penjulan tempurung dan sabut kelapa," ujarnya.

         Mastum, pengusaha pengumpul kelapa buturan di Desa Medana mengaku mengalami kesulitan mendapatkan kelapa menyusul kian meningkatnya harga kopra akhir-akhir ini, karena sebagian besar petani tidak lagi menjual kelapa butiran, tetapi mereka mengolahnya menjadi kopra.

         Sehubungan dengan mahalnya harga kelapa tersebut sejumlah pengusaha di Kabupaten Lombok Utara yang selama ini mengirim kelapa butiran ke Pulau Jawa, kini mereka memproduksi kopra, karena dinilai lebih menguntungkan.

         Mahalnya harga kopra tersebut juga mendorong sejumlah pengusaha membangun pengopenan kopra, bahkan ada pengusaha yang membangun 10 unit pengopenan yang sebelumnya hanya mengoperasikan dua unit open.(*)