Bima (ANTARA) - Banjir bandang yang terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat, yaitu di Kecamatan Bolo, Woha dan Monta berdampak pula pada instalasi kelistrikan PLN.  

Tercatat pada pukul 22.50 Wita, sebanyak 54 gardu distribusi PLN mengalami gangguan yang mengakibatkan kurang lebih 7500 pelanggan yang tersebar di 26 desa terputus aliran listriknya. 

"Saat ini, kami fokus pada pengamanan instalasi listrik untuk keselamatan masyarakat. Jadi, aliran listrik untuk sementara kami putus dulu, sampai kami pastikan kondisi benar benar aman," kata Manager PLN Unir Layanan Pelanggan Woha Ibnu Shina, dihubungi dari Mataram, Sabtu.

Saat ini, puluhan petugas telah diterjunkan ke lapangan untuk memastikan bahwa instalasi kelistrikan tidak membahayakan masyarakat umum. Listrik akan kembali dinormalkan segera setelah kondisi kering dan siap dialiri listrik. 

Ibnu juga menjelaskan bahwa selain infrastruktur kelistrikan, satu kantor pelayanan PLN yaitu di Kec.  Monta juga terdampak banjir.  Selain itu, Ibnu juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap bahaya kelistrikan yang mungkin terjadi, salah satunya dengan segera matikan listrik apabila air masuk ke dalam rumah. 
 
"Semoga air lekas surut sehingga petugas dapat segera melakukan perbaikan jaringan di lapangan," kata Ibnu.

Pewarta : Awaludin
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024