Pelamar CPNS ber-KTP Mataram bisa tes usap antigen gratis
Senin, 20 September 2021 20:04 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Usman Hadi. (ANTARA/Nirkomala)
Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram mengatakan, pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang ber-KTP daerah itu bisa mendapatkan layanan tes usap antigen gratis sebagai syarat mengikuti seleksi kompetensi dasar, di manapun mereka mendaftar formasi CPNS.
"Selama ber-KTP Kota Mataram, jika mau tes CPNS baik untuk formasi tingkat Provinsi NTB, di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Timur, atau bahkan luar kota, tetap dapat layanan gratis 'swab test' (tes usap) COVID-19 antigen," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr Usman Hadi di Mataram, Senin.
Khusus untuk peserta CPNS yang ikut tes untuk formasi di Pemerintah Kota Mataram dari daerah manapun se-Indonesia peserta datang, mereka bisa mendapatkan layanan gratis tes usap antigen pada 12 pusat layanan.
Sebanyak 11 pusat layanan tes usap antigen COVID-19 itu ada di 11 puskesmas yang tersebar di enam kecamatan se-Kota Mataram, dan satu di Laboratorium Dinkes Kota Mataram di Jalan Lingkar Selatan.
"Layanan tes antigen untuk peserta CPNS kita buka di 12 fasiltas kesehatan untuk menghindari terjadinya kerumunan pada satu titik," katanya.
Dia menyebut syarat yang wajib dibawa peserta tes CPNS untuk mendapat layanan tes usap gratis adalah KTP dan bukti peserta tes CPNS.
Untuk pelayanan tes usap antigen COVID-19 ini, Dinkes telah menyiapkan sekitar 4.000 reagen dan brush (stick), dari kebutuhan 2.334 peserta CPNS tahun 2021 untuk formasi Pemerintah Kota Mataram.
"Lebihnya untuk warga Kota Mataram yang melamar di daerah lain. Ini bagian upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 sekaligus menciptakan pelaksanaan tes CPNS yang aman, nyaman serta sehat," katanya.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati sebelumnya mengatakan 2.334 peserta tes CPNS diwajibkan membawa hasil negatif tes usap antigen H-1 saat pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) yang dijadwalkan mulai 27 September 2021.
"Jadi peserta yang mendapat jadwal tes hari pertama pada 27 September 2021, harus melakukan tes usap antigen H-1 atau pada Minggu (26/9)," katanya.
Untuk peserta tes CPNS dari luar daerah, selain menunjukkan hasil negatif tes usap antigen, juga harus menunjukkan kartu vaksin COVID-19 minimal dosis pertama.
Bagi peserta tes yang dinyatakan positif tes usap antigen, katanya, akan di laporkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mendapatkan jadwal susulan mengikuti seleksi.
"Jadi, peserta yang positif tes antigen tidak boleh datang ke lokasi tes CPNS, mereka cukup melaporkan hasil tes sebagai dasar penundaan dan usulan jadwal tes susulan," katanya.
Nelly mengatakan pelaksanaan seleksi CPNS Kota Mataram dijadwalkan berlangsung selama 11 hari dengan empat sesi per hari. Tapi khusus untuk Jumat dilaksanakan tiga sesi dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.
"Ketentuannya, satu sesi 60 orang peserta. Untuk lokasi pelaksanaan tes SKD tetap di di SMK Negeri 3 Mataram," katanya.
"Selama ber-KTP Kota Mataram, jika mau tes CPNS baik untuk formasi tingkat Provinsi NTB, di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Timur, atau bahkan luar kota, tetap dapat layanan gratis 'swab test' (tes usap) COVID-19 antigen," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr Usman Hadi di Mataram, Senin.
Khusus untuk peserta CPNS yang ikut tes untuk formasi di Pemerintah Kota Mataram dari daerah manapun se-Indonesia peserta datang, mereka bisa mendapatkan layanan gratis tes usap antigen pada 12 pusat layanan.
Sebanyak 11 pusat layanan tes usap antigen COVID-19 itu ada di 11 puskesmas yang tersebar di enam kecamatan se-Kota Mataram, dan satu di Laboratorium Dinkes Kota Mataram di Jalan Lingkar Selatan.
"Layanan tes antigen untuk peserta CPNS kita buka di 12 fasiltas kesehatan untuk menghindari terjadinya kerumunan pada satu titik," katanya.
Dia menyebut syarat yang wajib dibawa peserta tes CPNS untuk mendapat layanan tes usap gratis adalah KTP dan bukti peserta tes CPNS.
Untuk pelayanan tes usap antigen COVID-19 ini, Dinkes telah menyiapkan sekitar 4.000 reagen dan brush (stick), dari kebutuhan 2.334 peserta CPNS tahun 2021 untuk formasi Pemerintah Kota Mataram.
"Lebihnya untuk warga Kota Mataram yang melamar di daerah lain. Ini bagian upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 sekaligus menciptakan pelaksanaan tes CPNS yang aman, nyaman serta sehat," katanya.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati sebelumnya mengatakan 2.334 peserta tes CPNS diwajibkan membawa hasil negatif tes usap antigen H-1 saat pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) yang dijadwalkan mulai 27 September 2021.
"Jadi peserta yang mendapat jadwal tes hari pertama pada 27 September 2021, harus melakukan tes usap antigen H-1 atau pada Minggu (26/9)," katanya.
Untuk peserta tes CPNS dari luar daerah, selain menunjukkan hasil negatif tes usap antigen, juga harus menunjukkan kartu vaksin COVID-19 minimal dosis pertama.
Bagi peserta tes yang dinyatakan positif tes usap antigen, katanya, akan di laporkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mendapatkan jadwal susulan mengikuti seleksi.
"Jadi, peserta yang positif tes antigen tidak boleh datang ke lokasi tes CPNS, mereka cukup melaporkan hasil tes sebagai dasar penundaan dan usulan jadwal tes susulan," katanya.
Nelly mengatakan pelaksanaan seleksi CPNS Kota Mataram dijadwalkan berlangsung selama 11 hari dengan empat sesi per hari. Tapi khusus untuk Jumat dilaksanakan tiga sesi dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.
"Ketentuannya, satu sesi 60 orang peserta. Untuk lokasi pelaksanaan tes SKD tetap di di SMK Negeri 3 Mataram," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov NTB menyediakan tes cepat gratis bagi peserta tes CPNS 2021
21 September 2021 22:22 WIB, 2021
Buntut antigen palsu, Erick memecat seluruh direksi Kimia Farma Diagnostika
16 May 2021 11:17 WIB, 2021
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Pengelolaan sampah Nasional naik ke 24,95 persen, Target 100 persen masih jauh
11 February 2026 17:18 WIB
Sebanyak 1,67 juta orang diprediksi padati Ketapang--Gilimanuk pada Lebaran
11 February 2026 6:40 WIB