Komunitas BMX Lombok menggelar "Street Jam Vol 1"
Minggu, 3 Oktober 2021 14:05 WIB
Aksi rider sepeda BMX saat berfree style. Komunitas sepeda BMX Lombok, Nusa Tenggara Barat, akan menggelar perhelatan "Street Jam Vol 1" di Mataram pada 10 Oktober 2021 mendatang.
Mataram (ANTARA) - Komunitas sepeda BMX Lombok, Nusa Tenggara Barat, akan menggelar perhelatan "Street Jam Vol 1" di Mataram pada 10 Oktober 2021 mendatang.
Nadi Ardian, panitia perhelatan tersebut kepada Antara, Minggu, menyatakan penamaan "Street Jam Vol 1" itu tidak terlepas ajang pertama kalinya di Mataram.
"Sekaligus juga sebagai ajang pecinta sepeda untuk berkumpul dan bersilaturahmi," katanya.
Ia menjelaskan ajang tersebut, pecinta sepeda BMX harus beraksi lewat "free style" yang terbagi dalam Kalas Pemula dan Kelas Open atau umum.
Nantinya, kata dia, setiap rider dapat waktu satu menit untuk berfree style. "Sampai sekarang sudah ada 15 pendaftar," katanya.
Teknis acara sendiri, ia menambahkan ada tiga lokasi yakni di eks Bandara Lombok Rembiga, perpustakaan Universitas Mataram (Unram) dan Lapangan Sangkareang.
"Di setiap lokasi, peserta harus menunjukkan kemampuannya dalam berfree style dengan waktu satu menit. Sistem gugur diberlakukan pula," tandasnya.
Sebelumnya, kata dia, peserta konvoi dari lokasi "Car Free Day" Jalan Udayana menuju tiga lokasi tersebut. "Juri sudah disiapkan pula," ujarnya.
Komunitas BMX Lombok terbilang sudah banyak menelurkan rider yang bisa berbicara baik di tingkat lokal, nasional sampai internasional.
Seperti Losandia Aseli yang menjadi juara region di Bali dan Brunei Darussalam.
Rangga region Bali dan Bagus yang bermain Indonesia Open Extreme Competitions yang digelar setahun sekali.
Nadi Ardian, panitia perhelatan tersebut kepada Antara, Minggu, menyatakan penamaan "Street Jam Vol 1" itu tidak terlepas ajang pertama kalinya di Mataram.
"Sekaligus juga sebagai ajang pecinta sepeda untuk berkumpul dan bersilaturahmi," katanya.
Ia menjelaskan ajang tersebut, pecinta sepeda BMX harus beraksi lewat "free style" yang terbagi dalam Kalas Pemula dan Kelas Open atau umum.
Nantinya, kata dia, setiap rider dapat waktu satu menit untuk berfree style. "Sampai sekarang sudah ada 15 pendaftar," katanya.
Teknis acara sendiri, ia menambahkan ada tiga lokasi yakni di eks Bandara Lombok Rembiga, perpustakaan Universitas Mataram (Unram) dan Lapangan Sangkareang.
"Di setiap lokasi, peserta harus menunjukkan kemampuannya dalam berfree style dengan waktu satu menit. Sistem gugur diberlakukan pula," tandasnya.
Sebelumnya, kata dia, peserta konvoi dari lokasi "Car Free Day" Jalan Udayana menuju tiga lokasi tersebut. "Juri sudah disiapkan pula," ujarnya.
Komunitas BMX Lombok terbilang sudah banyak menelurkan rider yang bisa berbicara baik di tingkat lokal, nasional sampai internasional.
Seperti Losandia Aseli yang menjadi juara region di Bali dan Brunei Darussalam.
Rangga region Bali dan Bagus yang bermain Indonesia Open Extreme Competitions yang digelar setahun sekali.
Pewarta : Riza Fahriza
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Asian Games: Target meleset di angkat besi, sukses di balap sepeda BMX
02 October 2023 6:52 WIB, 2023
Indonesia kembali gagal meraih gelar di Jakarta International BMX 2020
16 February 2020 18:50 WIB, 2020
Peluang atlet BMX Indonesia ke Olimpiade 2020 Tokyo semakin menipis
09 February 2020 18:07 WIB, 2020