Pemkab Lombok Utara dapatkan hibah program air minum Rp3,3 miliar
Selasa, 1 Februari 2022 13:49 WIB
Seorang warga memanfaatkan jaringan air yang dipasang menggunakan dana hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (dpukulonprogokab.go.id)
Lombok Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat memperoleh dana hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebesar Rp3,3 miliar untuk membiayai pelaksanaan program air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah pada 2022.
"Awalnya Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Amerta Dayan Gunung mengajukan dana sebesar Rp4,5 miliar untuk pemasangan 1.500 jaringan. Namun pemerintah pusat hanya menyetujui Rp3,3 miliar untuk pemasangan 1.225 jaringan," kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lombok Utara, Sahabudin, di Lombok Utara, Senin.
Ia mengatakan dana yang diajukan oleh perusahaan daerah itu merupakan dana talangan (sistem rembes) guna mendapatkan program hibah air minum dari pemerintah pusat.
Menurut Sahabudin, dengan kondisi keuangan daerah yang masih belum stabil akibat pandemi COVID-19, pemerintah daerah hanya mampu memberikan anggaran kepada PDAM sebesar Rp1 miliar pada APBD murni 2022.
"Sisanya sebesar Rp2,3 miliar akan diberikan kepada PDAM pada APBD perubahan guna merealisasikan program tersebut," ujarnya.
Sementara itu, Direktur PDAM Amerta Dayan Gunung Firmansyah mengatakan, dengan sistem rembes, nantinya APBD yang terpakai senilai Rp3,3 miliar akan diganti oleh pemerintah pusat, setelah melalui evaluasi dan pemenuhan berbagai persyaratan.
"Nanti uang APBD yang dipakai untuk program hibah air minum diganti oleh pemerintah pusat setelah dievaluasi dan syarat-syaratnya terpenuhi," katanya.
Program hibah air minum, kata dia, akan dilaksanakan di Kecamatan Bayan atau wilayah paling utara Kabupaten Lombok Utara.
Pihaknya telah melakukan berbagai persiapan seperti sosialisasi dan pendataan warga yang akan menerima dana hibah program air minum.
"Kami sudah datangi warga hingga ke dusun-dusun, pendataan dilakukan mulai dari nama, alamat jelas hingga titik koordinat rumah warga calon penerima hibah," ujar Firmansyah.
"Awalnya Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Amerta Dayan Gunung mengajukan dana sebesar Rp4,5 miliar untuk pemasangan 1.500 jaringan. Namun pemerintah pusat hanya menyetujui Rp3,3 miliar untuk pemasangan 1.225 jaringan," kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lombok Utara, Sahabudin, di Lombok Utara, Senin.
Ia mengatakan dana yang diajukan oleh perusahaan daerah itu merupakan dana talangan (sistem rembes) guna mendapatkan program hibah air minum dari pemerintah pusat.
Menurut Sahabudin, dengan kondisi keuangan daerah yang masih belum stabil akibat pandemi COVID-19, pemerintah daerah hanya mampu memberikan anggaran kepada PDAM sebesar Rp1 miliar pada APBD murni 2022.
"Sisanya sebesar Rp2,3 miliar akan diberikan kepada PDAM pada APBD perubahan guna merealisasikan program tersebut," ujarnya.
Sementara itu, Direktur PDAM Amerta Dayan Gunung Firmansyah mengatakan, dengan sistem rembes, nantinya APBD yang terpakai senilai Rp3,3 miliar akan diganti oleh pemerintah pusat, setelah melalui evaluasi dan pemenuhan berbagai persyaratan.
"Nanti uang APBD yang dipakai untuk program hibah air minum diganti oleh pemerintah pusat setelah dievaluasi dan syarat-syaratnya terpenuhi," katanya.
Program hibah air minum, kata dia, akan dilaksanakan di Kecamatan Bayan atau wilayah paling utara Kabupaten Lombok Utara.
Pihaknya telah melakukan berbagai persiapan seperti sosialisasi dan pendataan warga yang akan menerima dana hibah program air minum.
"Kami sudah datangi warga hingga ke dusun-dusun, pendataan dilakukan mulai dari nama, alamat jelas hingga titik koordinat rumah warga calon penerima hibah," ujar Firmansyah.
Pewarta : Awaludin
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sebanyak 24.750 pekerja rentan di Lombok Utara dapat jaminan sosial pada 2026
11 February 2026 15:23 WIB
Legislator terjaring operasi narkoba di Lombok Utara, Polisi amankan tujuh orang
11 February 2026 13:56 WIB
MBG jadi kunci masa depan anak, DPR tekankan perang lawan stunting di Lombok Utara
03 February 2026 22:17 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Menkeu optimistis ekonomi tumbuh 5,6 persen berkat diskon transportasi Idul Fitri
12 February 2026 19:23 WIB