Mataram, 17/8 (ANTARA) - Muhammad S.Pd, guru Sekolah Dasar Negeri, Desa Beru, Kabupaten Sumbawa Barat, berhasil meraih predikat terbaik nasional pada pemilihan guru, kepala sekolah dan pengawas pendidikan berprestasi dan berdedikasi 2011.          "Pada 2011 ini, Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil menggenggam kembali mutiara yang hilang enam tahun lalu. Terakhir NTB memperoleh predikat guru berprestasi nasional pada 2006, atas nama Slamet Riyadi, guru sekolah dasar (SD) dari Kabupaten Lombok Timur," kata Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB H. Ali Rahim, di Mataram, Rabu.          Selain guru SD, kata dia, guru SMA NTB juga berhasil meraih predikat terbaik kedua nasional, atas nama Slamet Rahardjo S.Pd, dari SMA Negeri 1 Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa.          Kedua guru tersebut merupakan bagian dari 15 orang tenaga pendidik dari NTB yang dikirim ke Jakarta mengikuti seleksi guru, kepala sekolah dan tenaga pengawas pendidikan tingkat nasional yang digelar Kementerian Pendidikan Nasional sejak 12-16 Agustus 2011.          "Ada 15 tenaga pendidik yang dikirim ke Jakarta, yakni guru TK, SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK, masing-masing satu orang, kepala sekolah empat orang dan tiga orang pegawas sekolah serta tiga orang guru daerah terpencil. Tapi hanya dua guru yang berhasil mendapat penghargaan," katanya.          Menurut Ali, keberhasilan meraih dua penghargaan dari Kementerian Pendidikan Nasional tersebut merupakan sebuah kebangkitan guru di NTB.          Keberhasilan tersebut juga merupakan kado manis bagi NTB di Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-66.          Ia mengatakan, pihaknya sebelumnya hanya mentargetkan meraih juara tiga karena melihat pengalaman tahun lalu, guru NTB kalah bersaing dengan guru dari Pulau Jawa dalam hal portofolio.          Keberhasilan dua guru tersebut merupakan sebuah dampak keseimbangan antara kreativitas guru melalui portofolio dengan karya tulis ilmiah yang dibuat sesuai dengan materi mata pelajaran yang diajarkan pada masing-masing tingkatan atau guru kelas.          "Sebelum dikirim ke Jakarta, kami memang sempat memberikan penguatan selama tiga hari dengan mengundang para pakar bidang pendidikan dari Universitas Mataram (Unram) dan pengawas pendidikan yang pernah mengikuti seleksi nasional, untuk menjadi nara sumber. Tujuan inti pemberian penguatan itu untuk memberikan motivasi," katanya.          Ali mengatakan, para tenaga pendidik berprestasi dan berdedikasi itu akan diberikan hadiah berupa uang tunai dari Kementerian Pendidikan Nasional, masing-masing sebesar Rp35 juta untuk juara satu, Rp30 juta juara dua dan Rp25 juta juara III.          Mereka juga dipilih menjadi delegasi Indonesia yang akan melakukan studi banding ke tiga negara di kawasan Asia yaitu China, Singapura dan Malaysia selama satu bulan.          PGRI NTB, kata dia, juga akan memberikan bonus kepada dua guru berprestasi itu masing-masing Rp1,25 juta. Nilai tersebut tidak terlalu besar mengingat anggaran terbatas.          "Untuk seluruh guru yang dikirim mengikuti seleksi akan diberikan beasiswa melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana (S2). Beasiswa itu diberikan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB," katanya.(*)