Pemerintah Malaysia audit forensik produsen minyak goreng bersubsidi
Minggu, 24 Juli 2022 4:40 WIB
Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia, Annuar Musa. ANTARA Foto/Ho-KKM
Kuala Lumpur (ANTARA) - Pemerintah Malaysia melakukan audit forensik kepada seluruh perusahaan yang memiliki izin produksi paket minyak goreng bersubsidi untuk memastikan tidak ada yang terlibat aktivitas penyelundupan.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Khusus Jihad Melawan Inflasi Annuar Musa di Kota Bharu, Sabtu, mengatakan pemeriksaan akan dilakukan untuk mengawasi jumlah produksi bahan baku dan menganalisis apakah metode yang digunakan saat ini perlu ditingkatkan atau diubah.
"Saya di sini ingin menekankan bahwa jika seluruh pihak tidak kooperatif dan (kami) menemukan bahwa mereka masih menyelundupkan minyak goreng bersubsidi, maka kami tidak punya pilihan selain mengubah seluruh sistem," kata Annuar dikutip Kantor Berita Bernama.
Baca juga: DOSM sebut inflasi Malaysia naik 3,4 persen Juni 2022
Baca juga: Indonesia dan Malaysia bahas haji dan kenaikan biaya masyair
Menurut dia, saat ini pemerintah belum mengambil pendekatan itu karena akan melakukan investigasi terlebih dulu. "Jika memungkinkan, kami tidak ingin membuat mereka yang ingin berinvestasi merasa tidak nyaman menyiapkan pabrik-pabrik karena mereka sudah memiliki jaringan sendiri dan seterusnya," kata Annuar.
Annuar, juga menjabat Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia, mengatakan dia tidak akan mengizinkan sistem yang terlalu longgar dan dapat menyebabkan sejumlah kebocoran.
Dia menegaskan ketika itu terjadi, masyarakat menjadi pihak yang akan menderita. "Pemerintah mengeluarkan 4 miliar ringgit Malaysia (setara Rp13,46 triliun) untuk menutupi biaya subsidi bahan baku. Jadi jika RM4 miliar itu lari ke Thailand atau Indonesia, itu tidak audit untuk masyarakat karena uang rakyat harus bisa sampai ke masyarakat," kata Annuar.
Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob sebelumnya telah mengumumkan pemerintah akan mempertahankan subsidi RM4 miliar untuk minyak goreng dalam paket satu kilogram yang dialokasikan untuk 2022.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Khusus Jihad Melawan Inflasi Annuar Musa di Kota Bharu, Sabtu, mengatakan pemeriksaan akan dilakukan untuk mengawasi jumlah produksi bahan baku dan menganalisis apakah metode yang digunakan saat ini perlu ditingkatkan atau diubah.
"Saya di sini ingin menekankan bahwa jika seluruh pihak tidak kooperatif dan (kami) menemukan bahwa mereka masih menyelundupkan minyak goreng bersubsidi, maka kami tidak punya pilihan selain mengubah seluruh sistem," kata Annuar dikutip Kantor Berita Bernama.
Baca juga: DOSM sebut inflasi Malaysia naik 3,4 persen Juni 2022
Baca juga: Indonesia dan Malaysia bahas haji dan kenaikan biaya masyair
Menurut dia, saat ini pemerintah belum mengambil pendekatan itu karena akan melakukan investigasi terlebih dulu. "Jika memungkinkan, kami tidak ingin membuat mereka yang ingin berinvestasi merasa tidak nyaman menyiapkan pabrik-pabrik karena mereka sudah memiliki jaringan sendiri dan seterusnya," kata Annuar.
Annuar, juga menjabat Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia, mengatakan dia tidak akan mengizinkan sistem yang terlalu longgar dan dapat menyebabkan sejumlah kebocoran.
Dia menegaskan ketika itu terjadi, masyarakat menjadi pihak yang akan menderita. "Pemerintah mengeluarkan 4 miliar ringgit Malaysia (setara Rp13,46 triliun) untuk menutupi biaya subsidi bahan baku. Jadi jika RM4 miliar itu lari ke Thailand atau Indonesia, itu tidak audit untuk masyarakat karena uang rakyat harus bisa sampai ke masyarakat," kata Annuar.
Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob sebelumnya telah mengumumkan pemerintah akan mempertahankan subsidi RM4 miliar untuk minyak goreng dalam paket satu kilogram yang dialokasikan untuk 2022.
Pewarta : Virna P Setyorini
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dokter forensik beberkan luka penyebab kematian Brigadir Nurhadi di sidang
22 January 2026 19:02 WIB
Sekjen PDIP Hasto minta hakim catat bukti elektronik CDR tak lewat proses forensik
27 May 2025 8:23 WIB
Penyidik meminta digital forensik periksa video aksi tersangka tunadaksa
06 December 2024 20:37 WIB, 2024
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Presiden Trump kukuh pertimbangkan serang Iran meski tiada ancaman langsung
31 January 2026 5:51 WIB
Intervensi selektif AS di Indo-Pasifik ciptakan tantangan, peluang Indonesia
30 January 2026 6:28 WIB