Tawuran dua sekolah di Lombok Tengah lukai satu pelajar, polisi dalami penyebabnya
Rabu, 3 Agustus 2022 13:01 WIB
Pihak keluarga korban usai mendatangi SMAN 2 Praya Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Rabu (3/8/2022) (ANTARA/Akhyar)
Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Polres Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat masih mendalami dugaan pelaku tawuran yang melukai seorang pelajar SMA berinisial FZ (16) asal Desa Ketara, Kecamatan Pujut, di wilayah Kota Praya.
"Kami masih dalami, karena ini masih dugaan," kata Wakapolres Lombok Tengah, Kompol Ketut Tamiana usai menerima aksi keluarga korban di depan SMAN 2 Praya, Rabu.
Ia mengatakan, dari informasi peristiwa itu bermula dari kesalahpahaman antara pelajar SMA Negeri 4 Praya dengan SMA Negeri 2 Praya setelah pulang sekolah. Sehingga terjadi aksi kejar-kejaran antar para pelajar dan korban mengalami kecelakaan di simpang tiga dekat Kuburan Malaysia Kota Praya.
"Untuk kasus lakalantas telah ditangani. Kalau dugaan pemukulan itu masih didalami, karena belum ada saksi yang diperiksa," katanya.
Dengan adanya peristiwa itu, pihak keluarga korban datang ke SMA Negeri 2 Praya untuk mempertanyakan peristiwa tersebut.
"Kami belum bisa simpulkan, karena belum dilakukan pemeriksaan," katanya.
Kepala Desa Ketara, Lalu Buntaran mengatakan, darinya bersama pihak keluarga datang untuk mempertanyakan kebenaran peristiwa yang melibatkan oknum siswa di sekolah tersebut untuk mencari tahu preman yang melakukan pemukulan kepada korban.
"Kami tidak ada urusan dengan para pelajar, kami hanya ingin tahu siapa yang melakukan pemukulan. Korban saat ini sedang dirawat di RSUD Praya, karena mengalami patah kaki," katanya.
Dugaan perkelahian ini melibatkan para pelajar dari kedua sekolah, namun diduga ada oknum pelajar SMA Negeri 2 Praya yang menelepon kerabatnya atau oknum preman yang diduga melakukan pemukulan kepada korban.
"Kalau sesama siswa kami tidak keberatan. Kami minta supaya oknum preman tersebut bertanggungjawab. Kita datang untuk mencari pelaku pemukulan," katanya
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Praya, Mustanadi mengatakan, peristiwa itu terjadi di luar jam pelajaran setelah para pelajar pulang. Sehingga pihaknya tidak bisa memberikan penjelasan lebih jauh terkait dugaan perkelahian yang mengakibatkan siswanya tersebut.
"Kita dapat informasi ada pelajar saling kejar. Kita tidak tahu siapa yang melakukan pengejaran. Persoalan ini masih didalami oleh aparat," katanya.
"Kami masih dalami, karena ini masih dugaan," kata Wakapolres Lombok Tengah, Kompol Ketut Tamiana usai menerima aksi keluarga korban di depan SMAN 2 Praya, Rabu.
Ia mengatakan, dari informasi peristiwa itu bermula dari kesalahpahaman antara pelajar SMA Negeri 4 Praya dengan SMA Negeri 2 Praya setelah pulang sekolah. Sehingga terjadi aksi kejar-kejaran antar para pelajar dan korban mengalami kecelakaan di simpang tiga dekat Kuburan Malaysia Kota Praya.
"Untuk kasus lakalantas telah ditangani. Kalau dugaan pemukulan itu masih didalami, karena belum ada saksi yang diperiksa," katanya.
Dengan adanya peristiwa itu, pihak keluarga korban datang ke SMA Negeri 2 Praya untuk mempertanyakan peristiwa tersebut.
"Kami belum bisa simpulkan, karena belum dilakukan pemeriksaan," katanya.
Kepala Desa Ketara, Lalu Buntaran mengatakan, darinya bersama pihak keluarga datang untuk mempertanyakan kebenaran peristiwa yang melibatkan oknum siswa di sekolah tersebut untuk mencari tahu preman yang melakukan pemukulan kepada korban.
"Kami tidak ada urusan dengan para pelajar, kami hanya ingin tahu siapa yang melakukan pemukulan. Korban saat ini sedang dirawat di RSUD Praya, karena mengalami patah kaki," katanya.
Dugaan perkelahian ini melibatkan para pelajar dari kedua sekolah, namun diduga ada oknum pelajar SMA Negeri 2 Praya yang menelepon kerabatnya atau oknum preman yang diduga melakukan pemukulan kepada korban.
"Kalau sesama siswa kami tidak keberatan. Kami minta supaya oknum preman tersebut bertanggungjawab. Kita datang untuk mencari pelaku pemukulan," katanya
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Praya, Mustanadi mengatakan, peristiwa itu terjadi di luar jam pelajaran setelah para pelajar pulang. Sehingga pihaknya tidak bisa memberikan penjelasan lebih jauh terkait dugaan perkelahian yang mengakibatkan siswanya tersebut.
"Kita dapat informasi ada pelajar saling kejar. Kita tidak tahu siapa yang melakukan pengejaran. Persoalan ini masih didalami oleh aparat," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024