Lombok Tengah, NTB (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mengimbau nelayan dan pemancing mewaspadai siklon tropis yang dapat menyebabkan gelombang tinggi, hujan deras dan angin kencang.
"Ketika terjadi cuaca ekstrem, warga untuk sementara waktu jangan melaut," kata Kepala BPBD Lombok Tengah, Ridwan Maruf di Praya, Senin.
Ia mengatakan dampak cuaca ekstrem ini harus bisa menjadi pelajaran, karena dalam sebulan di Lombok Tengah sudah tiga orang pemancing yang tenggelam dan terseret ombak. Sehingga para pemancing maupun para nelayan untuk tetap waspada, supaya tidak terjadi kecelakaan laut atau hal yang tidak diinginkan.
"Warga harus tetap waspada," katanya.
Terpisah, Prakirawan BMKG Stasiun Geofisika Zaenudin Abdul Majid Lombok, Agastya Ardha Chandra Dewi mengatakan perkembangan kondisi cuaca di seluruh wilayah Indonesia diindikasikan terdapat signifikansi dinamika atmosfer, sehingga dapat berdampak pada potensi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia.
Kondisi dinamika atmosfer terkini di wilayah NTB, menunjukkan adanya belokan dan perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan pola konvektivitas serta aktifnya fenomena Madden Jullian Oscillation_ (MJO) yang berinteraksi dengan gelombang Rossby Ekuator .
"Potensi tinggi gelombang yang mencapai 2 meter atau lebih di Selat Lombok bagian selatan, Selat alas bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, dan Samudera Hindia selatan NTB," katanya.
Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG juga memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang untuk periode 02 - 08 Oktober 2022 di wilayah Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, Kota Bima, dan Dompu.
"Potensi hujan diprakirakan terjadi siang hingga sore hari," katanya.
"Ketika terjadi cuaca ekstrem, warga untuk sementara waktu jangan melaut," kata Kepala BPBD Lombok Tengah, Ridwan Maruf di Praya, Senin.
Ia mengatakan dampak cuaca ekstrem ini harus bisa menjadi pelajaran, karena dalam sebulan di Lombok Tengah sudah tiga orang pemancing yang tenggelam dan terseret ombak. Sehingga para pemancing maupun para nelayan untuk tetap waspada, supaya tidak terjadi kecelakaan laut atau hal yang tidak diinginkan.
"Warga harus tetap waspada," katanya.
Terpisah, Prakirawan BMKG Stasiun Geofisika Zaenudin Abdul Majid Lombok, Agastya Ardha Chandra Dewi mengatakan perkembangan kondisi cuaca di seluruh wilayah Indonesia diindikasikan terdapat signifikansi dinamika atmosfer, sehingga dapat berdampak pada potensi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia.
Kondisi dinamika atmosfer terkini di wilayah NTB, menunjukkan adanya belokan dan perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan pola konvektivitas serta aktifnya fenomena Madden Jullian Oscillation_ (MJO) yang berinteraksi dengan gelombang Rossby Ekuator .
"Potensi tinggi gelombang yang mencapai 2 meter atau lebih di Selat Lombok bagian selatan, Selat alas bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, dan Samudera Hindia selatan NTB," katanya.
Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG juga memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang untuk periode 02 - 08 Oktober 2022 di wilayah Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, Kota Bima, dan Dompu.
"Potensi hujan diprakirakan terjadi siang hingga sore hari," katanya.