Mataram, 31/3 (Antara) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah menginventarisasi lokasi strategis untuk dipergunakan sebagai arena kampanye untuk empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, pada 26 April hingga 9 Mei 2013.

     "Kami sudh surati KPU kabupaten/kota untuk melaporkan lokasi strategis untuk arena kampanye, kemudian dibahas bersama Bawaslu dan tim kampanye masing-masing pasangan calon," kata Ketua KPU Provinsi NTB Fauzan Khalid, di Mataram, Minggu.

     Fauzan mengatakan, pertemuan pembahasan lokasi dan tata cara kampanye akan digelar 2 April 2013 di Kantor KPU NTB.

     Diharapkan, tim kampanye masing-masing pasangan calon dapat menyampaikan rencana pelaksanaan kampanye agar dapat diatur oleh KPU NTB sesuai jadwal dan lokasi yang ditetapkan.

     "Nanti, akan dibahas secara rinci, tata cara kampanye, jenis kampanye, di lokasi mana, dan semuanya diatur secara terkoordinasi," ujarnya.

     Khusus untuk jenis kampanye debat publik, kata Fauzan, pihaknya merencanakan sebanyak dua kali, dan akan disiarkan secara langsung oleh televisi nasional yang berbeda.

     Terdapat empat pasangan calon yang akan bertarung pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2013-2018, yang tahapan pemungutan suaranya dijadwalkan 13 Mei 2013.

     Pasangan calon TGH M Zainul Majdi dan Muhammad Amin atau TGB-Amin, menggunakan nomor urut 1, pasangan calon H Suryadi Jaya Purnama dan Johan Rosihan atau "Suryadi-Johan" nomor urut 2, pasangan calon Harun Al Rasyid dan TGH Lalu Muhyi Abidin nomor urut 3, pasangan calon DR KH Zulkifli Muhadli dan Prof DR H Muhammad Ichsan atau Zul-Ichsan nomor urut 4.

     Keempat pasangan calon itu ditetapkan sebagai peserta dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2013-2018, oleh KPU NTB pada 25 Maret 2013. 

     Paket TGB-Amin diusung tujuh parpol yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, dan Partai Gerindra.

     Zainul Majdi yang akrab disapa TGB merupakan Gubernur NTB periode 2008-2013, yang juga menjabat Ketua DPD Partai Demokrat.

     Sementara Amin merupakan kader Partai Golkar yang menjabat Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB, yang juga masih menjadi anggota DPRD NTB periode 2009-2014. Amin berasal dari Pulau Sumbawa.

     Paket "Suryadi-Johan" diusung tiga parpol yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Persatuan Rakyat Nasional (PPRN), dengan dukungan sembilan kursi dari total 55 kursi di DPRD NTB hasil Pemilu 2009.

     Suryadi merupakan Ketua DPD PKS NTB yang juga Wakil Ketua DPRD NTB, sementara Johan merupakan Wakil Ketua DPD PKS NTB yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB.

     Paket "Harum" diusung oleh 18 parpol yakni Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), PNBK Indonesia, PPDI, Partai Buruh, PNIM, PDP, PSI, PPNUI, PPN, PPI, PKP, Partai Patriot, Partai Merdeka, PMB, PIS, Parta Barnas, Partai Kedaulatan, dan PKPI.

     Harun merupakan mantan Gubernur NTB periode 1998-2003 yang kini masih menjadi anggota DPR dari Partai Gerindra.

     Muhyi kini masih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal NTB, yang juga petinggi Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Wathan (NW) NTB, organisasi Islam terbesar di wilayah NTB.

     Paket Zul-Ichsan diusung empat parpol peserta Pemilu 2009 itu yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), dan Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI).

     Zulkifli merupakan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PBB NTB, yang masih menjabat Bupati Sumbawa Barat untuk periode keduanya. Jabatan bupati itu diraih sejak 2005.

     Sementara Ichsan adalah mantan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Mataram (Unram) yang kini menjabat Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) NTB. (*)


Pewarta :
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2024