Mataram (Antara Mataram) - Asosiasi Agen Tiket Indonesia (Astindo) Nusa Tenggara Barat (NTB) segera menggelar pameran wisata bertajuk NTB Travel Fair (NTF), guna memacu kelancaran kunjungan pariwisata ke Pulau Lombok, Sumbawa, dan pulau-pulau kecil (gili).

"Rencananya pameran pariwisata itu digelar November atau Desember 2013," kata Ketua Astindo NTB Johan Oli, usai menyaksikan penerbangan perdana Jetstar Airways dari Perth, Australia ke Lombok, NTB, Indonesia, Selasa.

Jetstar A320 itu mendarat mulus di Bandara Internasional Lombok (BIL) pukul 14.10 Wita, setelah menempuh penerbangan tiga jam 40 menit dari Perth.

Penerbangan perdana Jetstar rute Perth-Lombok itu mengangkut sebanyak 150 orang penumpang, termasuk Nigel dan sejumlah petinggi manajemen Jetstar, dan rombongan "familiarization trip" (fam trip), yang difasilitasi oleh Kantor perwakilan kunjungan pariwisata Indonesia atau VITO (Visit Indonesia Tourism Officer) di Australia.

Kepala Komersial dan Operasional Jetstar Nigel Fanning juga ikut dalam penerbangan perdana ke Pulau Lombok.

Menurut Nigel, pihaknya menargetkan jumlah penumpang rute Perth-Lombok sebanyak 100 ribu pertahun, sehingga terbuka peluang untuk meningkatkan frekuensi penerbangan dari empat kali menjadi tujuh kali seminggu atau setiap hari.

Dengan demikian, berbagai pihak di NTB, termasuk pelaku pariwisata dituntut untuk menempuh langkah-langkah nyata agar target manajemen Jetstar itu dapat dipenuhi, dan berdampak positif terhadap kemajuan pariwisata di wilayah NTB.

Johan mengatakan, NTF yang akan digelar itu juga merupakan momentum untuk merangsang kunjungan wisatawan Australia dan negara lainnya ke wilayah NTB, baik di Pulau Lombok, Sumbawa, maupun gili dengan berbagai pesona wisatanya.

"NTF itu akan menyajikan beragam informasi tentang destinasi pariwisata unggulan di wilayah NTB. Juga merupakan wadah untuk menarik kunjungan wisatawan," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa, Astindo NTB terus berbenah demi kemajuan sektor pariwisata NTB, termasuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan pengelola "Travel Agent" terhadap penguasaan "international ticketing".

Pada Agustus 2013, DPD Astindo NTB menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat), bekerjasama dengan Amadeus, perusahaan swasta internasional penyedia layanan teknologi informasi (IT) untuk industri perjalanan dan pariwisata.

"Tentu SDM Travel Agent harus siap dan memiliki kualifikasi pelayanan internasional, sehingga diberi pendidikan dan pelatihan," ujarnya.

Salah satu sistem pelayanan tiket internasional yakni Passenger Services System Amadeus Altea, yang mencakup tahapan penjualan, ticketing, check-in di bandara, pengaturan jadwal penerbangan, inventory, alokasi seat di pesawat, pengelolaan fare dan pricing, bagasi penumpang, hingga codeshare dan interline, serta layanan lainnya.

Pesatnya kemajuan di dunia penerbangan, menghendaki "Travel Agent" di wilayah NTB untuk terus berbenah.

"Tidak boleh ketinggalan, suka atau tidak memang harus diimbangi dengan kemampuan SDM yang berkualifikasi internasional," ujar Johan. (*)

Pewarta : Oleh Anwar Maga
Editor :
Copyright © ANTARA 2024