Dinkes NTB mulai menyiapkan tim kesehatan untuk WSBK Mandalika
Selasa, 7 Februari 2023 19:10 WIB
Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri. (ANTARA/Nur Imansyah).
Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat mulai mempersiapkan tim kesehatan untuk perhelatan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika yang akan digelar pada Maret 2023 mendatang.
Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri mengatakan dalam mempersiapkan tim kesehatan ini pihak kabupaten/kota diminta untuk menyiapkan puskesmas terdekat dengan area sirkuit sebagai bagian dari tim kesehatan.
"Mereka bertugas menyiagakan ambulans beserta tenaga kesehatan (nakes) dan kelengkapannya untuk wilayah Kabupaten Lombok Tengah, apabila dibutuhkan rujukan ke RS Madalika atau RSUD Praya," ujarnya di Mataram, Selasa.
Untuk Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB dilibatkan untuk mendampingi tim kesehatan ring 3 dan 4 yaitu Rumah Sakit Mandalika dan Rumah Sakit Mata.
"Adapun tim kesehatan ring 1 dan 2 sudah siap, yaitu di RSUP NTB," katanya.
Rumah sakit rujukan untuk official dan raider disiapkan oleh RSUP dengan memperhatikan tenggat waktu. Adapun tim medis di ring 3 dan 4 disiapkan berdasarkan kewilayahan sesuai dengan jalur yang dilewati oleh penonton dan fasilitas kesehatan (faskes) berupa Puskesmas.
"Semua faskes selama pelaksanaan akan "standby" 24 jam dalam pemberian pelayanan khususnya di IGD," kata dr. Fikri.
Rumah Sakit rujukan yang disiapkan adalah Rumah Sakit Mandalika, Rumah Sakit Praya dan Rumah Sakit Kota Mataram.
"Koordinasi pelayanan kesehatan melalui PCC RSUP NTB nomor telepon 0800 1111 119 dan PSC 119 kabupaten/kota," ucapnya.
Adapun pemantauan fasilitas umum untuk penonton dilakukan oleh tim penyehatan lingkungan Dinas Kesehatan (Dinskes) NTB, Dinkes Kabupaten Lombok Tengah beserta Puskesmas terdekat dengan area sirkuit.
"Tim P2 Dinkes Kabupaten Lombok Tengah bersama Dinkes NTB melakukan survei untuk memantau penyakit tertentu," ujarnya.
Terkait dengan jumlah tim medis yang akan dilibatkan saat WSBK, Hamzi mengatakan akan mengacu pada jumlah penonton sehingga sifatnya fluktuatif dan belum dapat dipastikan.
"Jadi sifatnya fluktuatif," katanya.*
Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri mengatakan dalam mempersiapkan tim kesehatan ini pihak kabupaten/kota diminta untuk menyiapkan puskesmas terdekat dengan area sirkuit sebagai bagian dari tim kesehatan.
"Mereka bertugas menyiagakan ambulans beserta tenaga kesehatan (nakes) dan kelengkapannya untuk wilayah Kabupaten Lombok Tengah, apabila dibutuhkan rujukan ke RS Madalika atau RSUD Praya," ujarnya di Mataram, Selasa.
Untuk Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB dilibatkan untuk mendampingi tim kesehatan ring 3 dan 4 yaitu Rumah Sakit Mandalika dan Rumah Sakit Mata.
"Adapun tim kesehatan ring 1 dan 2 sudah siap, yaitu di RSUP NTB," katanya.
Rumah sakit rujukan untuk official dan raider disiapkan oleh RSUP dengan memperhatikan tenggat waktu. Adapun tim medis di ring 3 dan 4 disiapkan berdasarkan kewilayahan sesuai dengan jalur yang dilewati oleh penonton dan fasilitas kesehatan (faskes) berupa Puskesmas.
"Semua faskes selama pelaksanaan akan "standby" 24 jam dalam pemberian pelayanan khususnya di IGD," kata dr. Fikri.
Rumah Sakit rujukan yang disiapkan adalah Rumah Sakit Mandalika, Rumah Sakit Praya dan Rumah Sakit Kota Mataram.
"Koordinasi pelayanan kesehatan melalui PCC RSUP NTB nomor telepon 0800 1111 119 dan PSC 119 kabupaten/kota," ucapnya.
Adapun pemantauan fasilitas umum untuk penonton dilakukan oleh tim penyehatan lingkungan Dinas Kesehatan (Dinskes) NTB, Dinkes Kabupaten Lombok Tengah beserta Puskesmas terdekat dengan area sirkuit.
"Tim P2 Dinkes Kabupaten Lombok Tengah bersama Dinkes NTB melakukan survei untuk memantau penyakit tertentu," ujarnya.
Terkait dengan jumlah tim medis yang akan dilibatkan saat WSBK, Hamzi mengatakan akan mengacu pada jumlah penonton sehingga sifatnya fluktuatif dan belum dapat dipastikan.
"Jadi sifatnya fluktuatif," katanya.*
Pewarta : Nur Imansyah
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Jarot tegaskan safari Sumbawa menanam sebagai gerakan moral jaga hutan
02 February 2026 12:03 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Menkes teken aturan baru, Layanan kesehatan wajib jalan saat krisis dan wabah
04 February 2026 15:20 WIB