Mataram (ANTARA) - Dinas Perhubungan Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat mengusulkan bantuan penerang jalan umum (PJU) dengan teknologi tenaga surya atau sinar matahari sebagai sumber energi listrik.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram M Saleh di Mataram, Rabu, mengatakan usulan tersebut dilakukan sebab untuk pengadaan PJU tenaga surya, Kota Mataram terkendala keterbatasan anggaran.

"Penggunaan PJU solar cell butuh biaya besar, satu titik saja bisa mencapai Rp27 juta. Karena itulah kita upayakan bantuan dari pemerintah pusat," katanya kepada sejumlah wartawan.

Namun demikian, Saleh belum dapat menyebutkan secara pasti berapa kebutuhan PJU tenaga surya, sebab saat ini pihaknya masih melakukan pendataan. Hanya saja, dia menyebutkan kebutuhan-nya mencapai ratusan titik.

Ratusan titik PJU tenaga surya yang dibutuhkan itu rencananya tahap pertama akan di pasang di sepanjang Jalan Arya Banjar Getas, terus ke Jalan Dr Sujono Lingkar Selatan, hingga ke arah di timur di Dasan Cermen, serta di sepanjang Jalan Pendidikan.

"Ruas jalan itu, kita prioritaskan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang lalu lintas sepanjang ruas jalan tersebut," katanya.

Dikatakan, PJU tenaga surya merupakan PJU ramah lingkungan yang sudah menggunakan teknologi canggih serta pemeliharaan lebih mudah sehingga dinilai bisa lebih efisien dengan menggunakan PJU meterisasi.

Kendati semua PJU di Kota Mataram sudah menggunakan meteran, namun sejauh ini Dishub belum bisa menghitung besaran efisiensi tersebut. Pasalnya, jaringan PJU dengan penerang jalan lingkungan (PJL) masih gabung.

"Kalau PJU tanggung jawabnya ada di kami, sedangkan PJL ada di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) tapi rekeningnya masih sama. Kalau sudah pisah, barulah kita bisa hitung besaran efisiensi," katanya.

Berdasarkan data sebelumnya, disebutkan, pembayaran PJU di Kota Mataram mencapai sekitar Rp2,1 miliar lebih per bulan atau sekitar Rp26 miliar per tahun.

"Kalau kita bisa mengganti PJU meteran dengan PJU tenaga surya maka kita tidak lagi membayar daya listrik ke PLN," katanya.

 

Pewarta : Nirkomala
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024