Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat bersama Summit Institute for Development (SID) berkomitmen untuk menyempurnakan Sistem Informasi Posyandu dan aplikasi kesehatan Bunda agar maksimal dalam mengintegrasikan data pos pelayanan terpadu dan kesehatan.

Penandatanganan dokumen komitmen bersama dilakukan oleh Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, dan Chief Project Officer SID Yuni Dwi Setiyawati, dalam acara digital Health and development 2.0, di Mataram, Selasa.

"Saya mengucapkan terima kasih atas usaha yang sudah, sedang dan akan terus dilakukan oleh teman-teman SID. Dan alhamdulillah masuk juga teman-teman dari Google untuk membantu kita semua di Lombok Barat ini, dan bahkan di NTB ini," kata Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid.

Ia mengatakan apa yang sudah dilakukan secara bersama-sama nantinya akan dikembangkan secara luas. Namun untuk sekarang ini baru direalisasikan di Puskesmas Penimbung, Kecamatan Gunungsari, dengan daerah binaan sebanyak delapan desa.

"Insya Allah yang sudah dilakukan ini akan kami kolaborasi lebih jauh, sehingga puskesmas-puskesmas lain yang ada di Lombok Barat bisa ikut menikmati fasilitas yang sudah diadakan. Dan kemudian lebih banyak lagi masyarakat kita yang bisa mengakses data kesehatan," ujarnya.

Menurut dia masih banyak daerah di Kabupaten Lombok Barat yang belum tersentuh sinyal komunikasi (blankspot) sehingga menjadi kendala dalam mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Posyandu dan aplikasi Bunda.

Untuk mengatasi itu, pemerintah daerah akan menyiapkan lahan di puskesmas kecamatan atau di halaman kantor desa untuk membuat semacam gardu sehingga sedikit demi sedikit wilayah yang blankspot bisa teratasi.

"Mudah-mudahan dengan cara ini transformasi utamanya di bidang kesehatan bisa segera kita atasi," katanya.

Sementara itu, Chief Project Officer SID Yuni Dwi Setiyawati mengatakan program Summit Institute for Development bersama mitra Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, sepakat berkolaborasi dalam hal pengembangan sistem informasi kesehatan.

Ia menambahkan hal yang sudah dan sedang berjalan adalah pengembangan dan pelaksanaan program kesehatan ibu dan anak berbasis digital serta program peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan.

"Program yang kami laksanakan yakni untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta pengembangan sumber daya manusia kesehatan dan non kesehatan," demikian Dwi Setiyawati.
 

Pewarta : Awaludin
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024