Mataram (ANTARA) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur menggelar pelatihan bahasa Korea dan Jepang secara gratis dan diikuti oleh 64 calon PMI dari NTB.

"Pelatihan bahasa Korea dan Jepang dilaksanakan secara boarding di asrama selama dua bulan," kata Kepala BP3MI NTB Mangiring Hasoloan Sinaga, di Mataram, Jumat.

Pria yang akrab disapa Bang Naga itu menyebutkan para peserta pelatihan berasal dari 10 kabupaten/kota di NTB, yang mendaftar secara daring (online) melalui portal yang telah disediakan dan diseleksi oleh BP3MI NTB.

Ia menambahkan seluruh calon PMI yang mengikuti pelatihan bahasa terdiri atas peserta pelatihan bahasa Korea sebanyak 48 orang dan pelatihan bahasa Jepang sebanyak 16 orang.

Mereka terbagi menjadi empat kelas, yaitu tiga kelas untuk pelatihan bahasa Korea dan satu kelas untuk pelatihan bahasa Jepang.

"Peserta pelatihan bahasa Jepang dominan laki-laki, perempuan hanya dua orang. Begitu juga pelatihan bahasa Korea sebanyak 43 orang laki-laki, perempuan hanya lima orang," ucapnya.

Bang Naga mengatakan pelatihan tersebut merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kompetensi bagi calon PMI, khususnya skema antar pemerintahan kedua negara atau Goverment to Goverment (G to G).

Sebab, untuk mengikuti pendaftaran skema G to G, harus melengkapi sertifikat keahlian bahasa sebagai salah satu dokumen.

Ia menambahkan pihaknya telah mengadakan pelatihan bahasa bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur, sejak 2022 dan akan terus dilakukan.

"Ini merupakan komitmen bersama antara BP3MI NTB dengan BPVP Lombok Timur. Dari lulusan tahun lalu, ada tiga orang yang telah mengikuti seleksi G to G Korea dan telah dinyatakan lulus dalam ujian EPS-Topik," katanya.

 

Pewarta : Awaludin
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024