Mataram (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Barat menerima pendaftaran dua partai di hari ke-12 masa pendaftaran yakni PAN dan Partai Ummat, Jumat (12/9).

Ketua KPU NTB Suhardi Soud mengatakan KPU NTB sudah menerima berkas pendaftaran bakal calon legislatif untuk DPRD NTB dari dua partai, yakni PAN dan Partai Ummat.

"Hari ini ada dua yang mendaftar PAN dan Ummat dan berkas persyaratan penyerahan bakal calon legislatif-nya dinyatakan diterima," ujarnya di Kantor KPU NTB di Mataram, Jumat.

Ia mengatakan dengan mendaftar-nya PAN dan Ummat jumlah partai politik (parpol) yang telah mendaftar ke KPU NTB sampai hari ke-12 sebanyak lima parpol.

"Sampai hari sudah lima parpol dan kelimanya sudah terima berkas pendaftarannya, yakni PKS, PDIP, NasDem, PAN dan Ummat. Berarti masih ada 13 parpol lagi yang belum melakukan pendaftaran," kata Suhardi Soud didampingi Komisioner KPU NTB Divisi Teknis, Zuriati.

Suhardi menambahkan selain PAN dan Ummat, KPU NTB sebetulnya akan menerima pendaftaran PPP pada Jumat ini, namun DPW PPP NTB urung melakukan pendaftaran karena masih belum lengkap pemberkasan bakal calon legislatif-nya.

"PPP belum meregistrasi karena belum lengkap. Tapi sudah mengkonfirmasi untuk mendaftar pada Sabtu (13/5) bersama Hanura, Demokrat dan PKB. Jadi besok ada empat parpol yang akan mendaftar," terangnya.

Namun demikian KPU kembali mengingatkan para partai politik dan bakal calon DPD RI yang belum mendaftar tidak mendaftar di hari terakhir untuk menghindari penumpukan.

"Kita mendorong parpol maupun bakal calon DPD RI lebih cepat mendaftar. Jangan sampai menumpuk di hari terakhir karena ini akan membuat energi parpol dan penyelenggara akan terkuras," tegasnya.

Ia mengatakan sesuai jadwal pendaftaran mulai tanggal 1 hingga 13 Mei dimulai pukul 09.00 Wita dan ditutup pukul 16.00 Wita. Namun pada hari terakhir masa pendaftaran pada tanggal 14 Mei penutupan berlaku sampai pukul 23.59 WITA.

"Mereka yang mendaftarkan sendiri lebih dari itu tentu tidak akan diterima. Karena KPU memperlakukan semua yang mendaftar secara adil dan setara," katanya.

Sementara itu baik PAN dan Partai Ummat sama-sama optimis mampu meraih hasil suara maksimal di Pemilu 2024 mendatang.

Ketua DPW PAN NTB, Muazzim Akbar mengatakan menargetkan jumlah kursi dua kali lipat di Pemilu 2024 dari Pemilu 2019. Di Pemilu 2019, PAN berhasil meraih lima kursi atau satu fraksi utuh di DPRD NTB.

"Kita sudah memiliki satu fraksi di DPRD NTB. Untuk Pemilu 2024, kita targetkan 10 kursi dari delapan dapil yang ada. Untuk dapil dua Lombok Barat dan Lombok Utara kita bisa meraih dua kursi. Begitu juga dapil enam Kabupaten Bima, Dompu dan Kota Bima dua kursi sehingga kalau 10 kursi kita bisa raih maka PAN akan menjadi pimpinan di DPRD NTB," terangnya.

Muazzim optimis sesuai dengan tanggal dan hari pendaftaran yakni 12 dan nomor urut partai 12 jumlah 10 kursi tersebut dapat di raih PAN di Pemilu 2024.

"Kita memiliki keyakinan hari ini sangat berkah bagi PAN. Karena sesuai dengan nomor urut partai 12. Rekomendasi dari DPP sudah kami bawa kami daftar 100 persen dari seluruh dapil," katanya.

Begitu juga Ketua DPW Partai Ummat Yuliadin juga mengatakan bahwa partai akan mampu berbicara banyak di Pemilu 2024. Sebagai pendatang baru pihaknya menargetkan lima kursi atau fraksi utuh di DPRD NTB.

"Dari delapan dapil di NTB, seluruh bakal calon legislatif kita terisi. Ada di satu dapil isinya perempuan di dapil Lombok Tengah Utara. Begitu juga di dapil Kota Mataram sebagian besar bakal calon legislatif-nya adalah perempuan," katanya.
 

Pewarta : Nur Imansyah
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024