Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat mengingatkan jamaah calon haji asal daerah tersebut pada musim haji 2023 memperbanyak minum air putih saat di Tanah Suci untuk antisipasi dampak panas ekstrem saat ini.

"Bahkan informasi cuaca di Tanah Suci saat ini mencapai hingga 40 derajat Celsius. Jadi jamaah harus banyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Usman Hadi di Mataram, Rabu.

Dia menjelaskan kurang minum bisa berdampak dehidrasi, gangguan sirkulasi darah yang otomatis ke ginjal, dan bahkan bisa juga langsung pingsan.

"Dehidrasi bisa dilihat dari air kencing yang keruh. Untuk itu, jamaah hendaknya dapat melakukan antisipasi dengan memperbanyak minum air putih," katanya.

Selain itu, katanya, jamaah bisa menggunakan payung untuk menghindari sinar Matahari secara langsung.

"Upaya-upaya antisipasi cuaca panas ekstrem sudah disampaikan juga saat jamaah mengikuti bimbingan manasik haji," katanya.

Pihaknya juga mengingatkan para petugas kesehatan haji dan pembimbing ibadah haji yang mendampingi jamaah agar aktif memberikan informasi dan imbauan kepada jamaah.

Apalagi, katanya, jamaah calon haji Kota Mataram tahun ini banyak yang lanjut usia (lansia), yakni sekitar 250 orang berusia 60 tahun ke atas dan 94 orang berusia 70 tahun ke atas.

"Jamaah lansia ini tentu termasuk jamaah risiko tinggi yang harus diberikan pengawasan khusus," katanya.


Sebagai langkah antisipasi, tambahnya, jamaah calon haji asal Kota Mataram juga diberikan bekal masker dan vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh.

"Harapannya, jamaah tetap menggunakan masker sebagai langkah antisipasi penularan berbagai jenis penyakit karena di Tanah Suci jamaah akan berinteraksi dengan jamaah dari berbagai negara," katanya.

Data Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram, calon haji berasal dari daerah itu diberangkatkan pertama pada Sabtu (10/6) berjumlah 393 orang, masuk pada kelompok terbang (kloter) 4 atau kloter utuh Kota Mataram melalui Asrama Haji Embarkasi Lombok.
 

Pewarta : Nirkomala
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024