Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga agar mewaspadai hari tanpa hujan (HTH) ekstrem panjang yang dapat menimbulkan bencana kekeringan di sebagian wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Sebagian wilayah di NTT mengalami HTH kategori ekstrem panjang akibat tidak diguyur hujan selama lebih dari 60 hari yang perlu diwaspadai karena berpeluang menimbulkan bencana kekeringan meteorologis," kata Kepala Stasiun Klimatologi NTT BMKG Rahmattulloh Adji di Kupang, Jumat.

Ia menyampaikan hal itu berkaitan dengan hasil pemantauan HTH berturut-turut pada Dasarian III Juni 2023 di wilayah NTT. Adji mengatakan, pada umumnya wilayah NTT mengalami HTH kategori sangat pendek (1-5 hari), namun sebagian wilayah mengalami HTH ekstrem panjang.

Sebagian wilayah itu antara lain Nanganio dan Sokoria di Kabupaten Ende, Rambangaru dan Kamanggih di Kabupaten Sumba Timur, sekitar Stasiun Meteorologi Tardamu Sabu di Kabupaten Sabu Raijua, dan Olafulihaa dan Busalangga di Kabupaten Rote Ndao.

Ia mengimbau warga di wilayah-wilayah itu agar mewaspadai ancaman bencana kekeringan yang menimbulkan berbagai dampak seperti berkurangnya persediaan air tanah yang menyebabkan kelangkaan air bersih. "Oleh sebab itu, pemakaian air bersih perlu dihemat agar persediaan yang ada bisa mencukupi kebutuhan selama musim kemarau," katanya.

Ia menambahkan, HTH ekstrem panjang juga berdampak pada lahan pertanian dengan sistem tadah hujan sehingga para petani perlu menyiasatinya dengan menanam tanaman yang tidak membutuhkan banyak air agar lebih berpeluang untuk dipanen.

Baca juga: Info BMKG waspada hujan disertai petir dan angin kencang
Baca juga: Info cuaca wilayah Jabodetabek diguyur hujan pada Jumat

Adji mengatakan, ancaman bencana kekeringan juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan sehingga perlu dicegah dengan menghindari tindakan yang dapat menimbulkan titik api di area terbuka. "Hindari membuang puntung rokok sembarangan di area terbuka serta membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar," katanya.


 

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024