New York (ANTARA) - Wall Street lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), menjelang data inflasi utama minggu ini dan pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve, sementara komentar pejabat Fed mendukung pandangan bahwa bank sentral AS mungkin mendekati akhir dari siklus pengetatan.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 189,55 poin atau 0,56 persen, menjadi menetap pada 34.066,33 poin. Indeks S&P 500 bertambah 40,07 poin atau 0,93 persen, menjadi berakhir di 4.338,93 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 202,78 poin atau 1,53 persen, menjadi ditutup pada 13.461,92 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor teknologi dan konsumer non primer memimpin kenaikan, masing-masing menguat 2,07 persen dan 1,74 persen. Sementara itu, sektor energi dan utilitas memimpin penurunan dengan masing-masing melemah 0,97 persen dan 0,17 persen.

Saham-saham AS mempertahankan momentum bullish pada Senin (10/7/2023), dengan S&P 500 dan Nasdaq melonjak ke level penutupan tertinggi sejak April 2022. Perusahaan teknologi besar terus memimpin kenaikan ekuitas karena saham Tesla naik untuk sesi ke-12 berturut-turut dan Apple menyentuh level tertinggi sepanjang masa. Oracle terkerek sekitar 6,0 persen dan mencapai rekor tertinggi sebelum melaporkan hasil yang lebih baik dari perkiraan pada kuartal keempat.

Pasar saham memperpanjang reli baru-baru ini ketika investor menunggu data inflasi dan keputusan suku bunga Federal Reserve minggu ini. Indeks harga konsumen (IHK) untuk Mei akan dipublikasikan pada Selasa, dengan investor berharap untuk melihat angka IHK tahunan turun lebih lanjut. Selasa juga akan menandai hari pertama pertemuan kebijakan dua hari The Fed.

Banyak analis percaya bank sentral akan melewatkan kenaikan suku bunga ketika mengumumkan keputusan kebijakan moneter pada Rabu (12/7/2023). "Reli pasar sepertinya tidak ingin berhenti, yang berarti Wall Street tampak yakin bahwa Fed tidak akan memberikan kenaikan suku bunga ke-11 berturut-turut minggu ini," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, pemasok layanan perdagangan daring multi-aset.

Baca juga: Dolar AS melemah jelang rilis data inflasi
Baca juga: Saham Inggris stop rugi beruntun, indeks bangkit 0,23 persen

"The Fed akan mencoba untuk mempertahankan opsionalitas untuk pengetatan lebih lanjut tersedia akhir tahun ini dan itu akan mendukung sikap 'lebih tinggi untuk lebih lama' mereka," kata Moya. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memiliki kemungkinan sekitar 80 persen untuk menghentikan kenaikan suku bunga dalam pertemuan kebijakan moneter mendatang, menurut data dari CME FedWatch Tool pada Senin (10/7/2023) sore.


 

Pewarta : Apep Suhendar
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024