Mataram (ANTARA) - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan dua jalur pendakian, yakni Aik Berik, Kabupaten Lombok Tengah dan Tete Batu, Kabupaten Lombok Timur menuju kawasan TNGR ditutup sementara setelah kebakaran lahan di kawasan tersebut.

"Dua jalur pendakian menuju wisata alam TNGR ditutup sementara mulai 7 Agustus hingga batas waktu yang belum ditentukan," kata Kepala Balai TNGR Lombok Dedy Asriady di Mataram, Senin.

Ia mengatakan sehubungan dengan terjadinya kebakaran lahan di kawasan TNGR jalur pendakian wisata alam Aik Berik dan Tete Batu pada Jumat (4/8), maka dilakukan penutupan untuk dua jalur pendakian tersebut sampai kondisi dinyatakan normal atau aman untuk aktivitas tersebut.

"Asap di kawasan yang terbakar itu masih terjadi hingga saat ini," katanya.

Sebelumnya, rutinitas pengecekan titik kebakaran telah dilakukan menggunakan aplikasi SIPONGI, mendapati empat titi panas, yakni tiga titik melalui satelit NASA-NOAA20 dan satu titik satelit NASA-SNPP.

Pemantauan CCTV Gunung Kondo pada Jumat (4/8), pukul 07.20 Wita terlihat adanya api dan kepulan asap di lokasi jalur pendakian Aik Berik. Petugas kemudian diturunkan untuk melakukan pemadaman ke lokasi kebakaran lahan.

"Balai TNGR juga mendapatkan informasi lapangan Kepala Desa Lantan bahwa terlihat kobaran api di dekat puncak Gunung Kondo. Petugas dari Resort Joben juga melihat kepulan asap dilihat dari Dusun Aik Bual," katanya.

Selanjutnya, titik api dari aplikasi SIPONGI di-"overlay"-kan dengan peta wilayah kerja TNGR didapatkan hasil lokasi titik panas berada di Resort Aik Berik pada titik -8.442740°S 116.388820°E.

"Titik kebakaran berada di kanan kiri jalur wisata pendakian pada jarak delapan kilometer dari batas kawasan pada ketinggian 2100-2600 MDPL," katanya.

Balai TNGR melakukan koordinasi dengan para mitra untuk penanganan pemadaman dan disepakati tim yang berjumlah 12 orang tersebut berangkat untuk melakukan pemadaman.

"Berdasarkan pantauan CCTV sampai dengan pukul 20.48 Wita masih terlihat kobaran api yang menyala," katanya.
 

 

Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024