Polisi imbau warga Dompu NTB waspada gigitan anjing rabies
Rabu, 16 Agustus 2023 20:15 WIB
Petugas saat mengecek sampel gigitan anjing rabies di Kabupaten Dompu, NTB, Rabu (16/8/2023)(FOTO ANTARA/Humas Polres Dompu)
Mataram (ANTARA) - Polres Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap gigitan anjing rabies, pasca adanya warga yang menjadi korban di Desa Desa Ta’a, Kecamatan Kempo.
Kapolsek Kempo, Iptu Akhmad Marzuki, Rabu di Dompu mengatakan, telah terjadi gigitan anjing terindikasi rabies yang menimpa korban atas nama Harjah (45). Di mana pada saat kejadian, korban tengah berjalan tiba-tiba saja diserang dan digigit anjing. “Salah satu warga jadi korban buas nya anjing tersebut,” katanya.
Kronologinya, kata Kapolsek, sebelumnya posisi anjing diikat dan terlepas dengan sendirinya, kemudian oleh pemiliknya AR beserta warga berusaha menangkap anjing tersebut.
Dari arah yang sama, korban Harjrah, sedang berjalan di serang dan sempat digigit oleh anjing tersebut. “Atas kejadian tersebut korban langsung dibawa ke Puskesmas Kempo oleh beberapa warga untuk penanganan medis,” katanya.
Ia menjelaskan menurut keterangan warga anjing tersebut sempat mau menggigit salah satu warga lain, namun anjing tersebut sempat di usir SM warga. “Kemudian anjing tersebut lari dan menyerang korban," katanya.
Baca juga: Waspada gigitan anjing di Dompu: Ny Harjah pun jadi korban
Baca juga: Sukabumi Jabar tangani 73 kasus gigitan hewan penular rabies
Setelah anjing tersebut dibekuk, bahkan di bunuh oleh warga dan sudah dikuburkan. Akan tetapi, untuk keperluan medis, Kapolsek berkoordinasi dengan pihak UPTD peternakan Kempo dan akan melakukan cek sampel otak terhadap anjing tersebut. “Proses pengambilan sampel otak anjing yang usia 5-6 bulan oleh petugas UPTD peternakan Kempo, berjalan lancar,” demikian Akhmad Marzuki.
Kapolsek Kempo, Iptu Akhmad Marzuki, Rabu di Dompu mengatakan, telah terjadi gigitan anjing terindikasi rabies yang menimpa korban atas nama Harjah (45). Di mana pada saat kejadian, korban tengah berjalan tiba-tiba saja diserang dan digigit anjing. “Salah satu warga jadi korban buas nya anjing tersebut,” katanya.
Kronologinya, kata Kapolsek, sebelumnya posisi anjing diikat dan terlepas dengan sendirinya, kemudian oleh pemiliknya AR beserta warga berusaha menangkap anjing tersebut.
Dari arah yang sama, korban Harjrah, sedang berjalan di serang dan sempat digigit oleh anjing tersebut. “Atas kejadian tersebut korban langsung dibawa ke Puskesmas Kempo oleh beberapa warga untuk penanganan medis,” katanya.
Ia menjelaskan menurut keterangan warga anjing tersebut sempat mau menggigit salah satu warga lain, namun anjing tersebut sempat di usir SM warga. “Kemudian anjing tersebut lari dan menyerang korban," katanya.
Baca juga: Waspada gigitan anjing di Dompu: Ny Harjah pun jadi korban
Baca juga: Sukabumi Jabar tangani 73 kasus gigitan hewan penular rabies
Setelah anjing tersebut dibekuk, bahkan di bunuh oleh warga dan sudah dikuburkan. Akan tetapi, untuk keperluan medis, Kapolsek berkoordinasi dengan pihak UPTD peternakan Kempo dan akan melakukan cek sampel otak terhadap anjing tersebut. “Proses pengambilan sampel otak anjing yang usia 5-6 bulan oleh petugas UPTD peternakan Kempo, berjalan lancar,” demikian Akhmad Marzuki.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cerita Seskab soal gonggongan anjing menyelamatkan warga Bali saat banjir
15 September 2025 6:59 WIB
Perahu karet, anjing pelacak hingga alat berat dikerahkan cari korban hilang di banjir Bima
06 February 2025 11:47 WIB, 2025
ICA Mataram apresiasi Bang Zul peduli penanganan kucing dan anjing liar
17 October 2024 18:04 WIB, 2024