Mataram (ANTARA) - Asosiasi Hotel Mataram (AHM), Nusa Tenggara Barat, menyebutkan okupansi hotel di Kota Mataram per 1-29 Agustus 2023 mencapai sekitar 72 persen.

"Okupansi hotel bulan Agustus ini, meningkat dibandingkan bulan Juli yang tercatat 63 persen," kata Ketua AHM Made Adiyasa Kurniawan di Mataram, Rabu.

Menurutnya, dalam beberapa bulan terakhir okupansi hotel di Mataram terus meningkat. Kondisi itu terjadi karena kondisi ekonomi masyarakat terus membaik.

Selain itu, banyak kegiatan baik skala nasional maupun internasional yang dilaksanakan di daerah ini khususnya di Kota Mataram.

"Apalagi bulan Juli-Agustus merupakan bulan libur sekolah, sehingga memberikan dampak terhadap tingkat kunjungan wisatawan dan okupansi hotel di kota ini," katanya.

Menurutnya, sekitar 72 persen okupansi hotel di bulan Agustus ini rata-rata merupakan wisatawan domestik sebab wisatawan asing biasanya mencari resort atau hotel yang dekat dengan pantai.

Sementara tamu-tamu domestik yang menginap di tengah kota, biasanya dari agen dalam bentuk grup dan ada juga untuk kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

"Semoga bulan depan (September), okupansi hotel bisa lebih tinggi dari Agustus atau setidaknya stabil," katanya.

Hanya saja, katanya menambahkan, jika melihat tren biasanya bulan September okupansi akan turun karena wisatawan menahan diri datang ke Lombok sebab mereka akan datang di bulan Oktober untuk nonton MotoGP 2023 pada tanggal 13-15 Oktober.

Saat MotoGP, okupansi hotel bisa mencapai 100 persen karena berdasarkan data dari 30 anggota AHM menyebutkan, sebanyak 65 persen kamar hotel di Mataram sudah dipesan tamu MotoGP.

"Kami yakin, saat MotoGP hotel di Mataram akan terisi penuh," katanya.

 

Pewarta : Nirkomala
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024