Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajukan proposal perbaikan 70 sekolah yang masih terdampak gempa kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

"Pengajuan proposal itu diharapkan mendapatkan alokasi anggaran untuk proses perbaikan," kata Bupati Kabupaten Lombok Tengah, H Lalu Fathul Bahri di Praya, Jumat.

Bupati Lombok Tengah juga telah menggambarkan kondisi darurat sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan parah akibat gempa, terlebih bangunan sekolah tersebut telah berdiri sejak tahun 1970, namun belum pernah mengalami perbaikan signifikan.

"Kita telah menyampaikan kondisi sekolah itu secara langsung kepada Kemendikbudristek," katanya.

Ia berharap agar sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana dan juga sekolah-sekolah lain yang memerlukan renovasi mendapatkan dana rehabilitasi melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) atau sumber pendanaan lain yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Pemerintah daerah telah mengajukan proposal pemulihan sebanyak 70 sekolah yang masih terdampak gempa, dengan harapan mendapatkan alokasi anggaran untuk proses perbaikan," katanya.

Ia mengatakan, Kabupaten Lombok Tengah secara geografis berada pada posisi rawan bencana nasional. Analisis resiko bencana nasional mengungkapkan dari 12 jenis bencana yang teridentifikasi, sebanyak 10 di antaranya memiliki potensi untuk terjadi di wilayah Kabupaten Lombok Tengah.

"Semoga pengajuan itu bisa direalisasikan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Idham Halid,  menekankan urgensi pentingnya melakukan kajian teknis terhadap struktur bangunan sekolah. Penyesuaian dengan kondisi alam Lombok Tengah, yang terletak di daerah rawan gempa, menjadi krusial dalam memastikan keselamatan dan ketahanan bangunan sekolah.

"Kita perlu mempertimbangkan dengan seksama setiap aspek teknis pembangunan, mengingat risiko bencana yang ada di daerah ini," katanya.



 

Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024