Mahasiswa Unram diajak sosialisasikan Program Prakerja
Jumat, 1 September 2023 23:10 WIB
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Prakerja Denni Puspa Purbasari (tengah) memberikan kuliah umum program Prakerja dihadapan ratusan mahasiswa Universitas Mataram (Unram) Nusa Tenggara Barat, Jumat (1/9/2023). (ANTARA/Nur Imansyah).
Mataram (ANTARA) - Ratusan mahasiswa Universitas Mataram (Unram) Nusa Tenggara Barat (NTB) diajak untuk mensosialisasikan Program Prakerja secara luas kepada publik.
Manajer Komunikasi Publik Prakerja, Tito Sianipar mengatakan kegiatan sosialisasi program prakerja tersebut dikemas dalam bentuk kuliah umum. "Kami mengajak mahasiswa untuk memperluas jangkauan prakerja ke masyarakat," ujar Tito usai kuliah umum bagi mahasiswa Unram di Kota Mataram, Jumat..
Harapannya, lanjut Tito, melalui mahasiswa ini pengetahuan publik soal program prakerja dari Presiden Jokowi bisa tersebar lebih luas. Meski mereka bukan bagian prakerja karena belum umur, paling tidak mahasiswa bisa menyampaikan kepada keluarganya, orang tuanya, teman-teman dan masyarakat.
Ia mengaku program prakerja ini sudah mendapatkan pengakuan dari sejumlah lembaga survei yang menempatkan program prakerja ini menjadi salah satu program terbaik dari Presiden Jokowi.
"Pertama itu jalan tol, selanjutnya bantuan sosial, kartu Indonesia pintar (KIP), dan keempat adalah prakerja. Karena program ini mampu meningkatkan persentase kebekerjaan, bulan depan kita diundang ke Roma oleh PBB untuk memaparkan program prakerja ini," kata Tito.
Ia mengatakan saat ini program prakerja sudah masuk gelombang ke-60. Di NTB, jumlah penerima SK sebanyak 400.380 orang dan penerima efektif sebanyak 389.181 orang.
Dengan pendidikan terbanyak SMA/SMK sebesar 42 persen, sarjana 12 persen, diploma 4 persen, SMP 18 persen, dan belum tamat SD 24 persen.
Sedangkan dari karakteristik menganggur saat mendaftar 86 persen, belum pernah ikut pelatihan 87 persen, penyandang disabilitas 4 persen, dan purna pekerja migran Indonesia (PMI) 10 persen.
"Informasinya pada tahun ini dibuka lagi program prakerja untuk gelombang ke-61," katanya.
Manajer Komunikasi Publik Prakerja, Tito Sianipar mengatakan kegiatan sosialisasi program prakerja tersebut dikemas dalam bentuk kuliah umum. "Kami mengajak mahasiswa untuk memperluas jangkauan prakerja ke masyarakat," ujar Tito usai kuliah umum bagi mahasiswa Unram di Kota Mataram, Jumat..
Harapannya, lanjut Tito, melalui mahasiswa ini pengetahuan publik soal program prakerja dari Presiden Jokowi bisa tersebar lebih luas. Meski mereka bukan bagian prakerja karena belum umur, paling tidak mahasiswa bisa menyampaikan kepada keluarganya, orang tuanya, teman-teman dan masyarakat.
Ia mengaku program prakerja ini sudah mendapatkan pengakuan dari sejumlah lembaga survei yang menempatkan program prakerja ini menjadi salah satu program terbaik dari Presiden Jokowi.
"Pertama itu jalan tol, selanjutnya bantuan sosial, kartu Indonesia pintar (KIP), dan keempat adalah prakerja. Karena program ini mampu meningkatkan persentase kebekerjaan, bulan depan kita diundang ke Roma oleh PBB untuk memaparkan program prakerja ini," kata Tito.
Ia mengatakan saat ini program prakerja sudah masuk gelombang ke-60. Di NTB, jumlah penerima SK sebanyak 400.380 orang dan penerima efektif sebanyak 389.181 orang.
Dengan pendidikan terbanyak SMA/SMK sebesar 42 persen, sarjana 12 persen, diploma 4 persen, SMP 18 persen, dan belum tamat SD 24 persen.
Sedangkan dari karakteristik menganggur saat mendaftar 86 persen, belum pernah ikut pelatihan 87 persen, penyandang disabilitas 4 persen, dan purna pekerja migran Indonesia (PMI) 10 persen.
"Informasinya pada tahun ini dibuka lagi program prakerja untuk gelombang ke-61," katanya.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Qori dan Qoriah Internasional menginspirasi kampus, UM Bima gaungkan generasi Qur'ani
26 February 2026 21:27 WIB
UM Bima perkuat kegiatan sosial dan halal bihalal jelang Ramadan 1447 Hijriah
17 February 2026 19:34 WIB
Seskab menerima Rektor UI membahas peningkatan daya saing perguruan tinggi
12 February 2026 6:14 WIB
Menbud Fadli Zon men jajaki kerja sama untuk penguatan aspek sejarah dengan UNAS
07 February 2026 13:43 WIB