Mataram (ANTARA) - Tim SAR Mataram, Nusa Tenggara Barat mengikuti penilaian National Accreditation Process (NAP) dalam rangka meningkatkan metode penyelamatan atau dalam memberikan bantuan Urban Search and Rescue (USAR).

"Dalam memberikan bantuan USAR, diperlukan penyamaan metode, terutama saat pelaksanaan operasi bersama (joint operations)," kata Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Edy Prakoso saat membuka kegiatan tahap penilaian National Accreditation Process (NAP) di Kantor SAR Mataram, Selasa.

Kegiatan itu dihadiri oleh Smart Malaysia, National Disaster Response Force India, OCHA Indonesia, Sekretariat Kabinet, Kemenkumham dan lima Kepala Kantor SAR yaitu Denpasar, Surabaya, Kupang, Pontianak, dan Palangka Raya.

"Basarnas memilih mekanisme NAP sesuai panduan International Search and Rescue Advisory Group  (INSARAG) sebagai solusi alternatif," katanya

Ia mengatakan, NAP merupakan salah satu keberlanjutan program peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan Basarnas yang diawali dengan pembentukan tim Indonesia Search And Rescue (INASAR).

“Maka akan tercipta efektivitas dan efisiensi melalui kesamaan metode pelaksanaan operasi USAR diantara seluruh aktor yang terlibat,” kata Edy.

Sementara, Kepala Kantor SAR Mataram Lalu Wahyu Efendi menambahkan, NAP merupakan implementasi strategi prioritas INSARAG tahun 2021 hingga 2026 dan merupakan mekanisme yang dilaksanakan oleh Basarnas bagi Kantor SAR dan/atau Potensi SAR.

“Untuk meningkatkan kapasitas tim Urban Search and Rescue (USAR) di Indonesia berdasarkan metodologi International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG),” katanya.

NAP merupakan Tim USAR yang diperuntukkan untuk penanganan korban di reruntuhan. Selain Mataram, tiga Kantor SAR lainnya yaitu Padang, Palembang, dan Manado turut terpilih sebagai pilot project dari Basarnas.

"Penilaian NAP secara serentak akan dimulai Rabu (20/9) ditandai dengan pemukulan gong oleh Direktur Operasi Basarnas," katanya.



 

Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024