Mataram (ANTARA) - Wali Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Mohan Roliskana mengatakan kebijakan penerapan lima hari sekolah di kota itu diharapkan dapat membatasi penggunaan handphone (hp) pada anak-anak.

"Saat libur, anak-anak sudah terbiasa tidak bermain sosial media melalui handphone, tetapi fokus bersama keluarga dengan berbagai aktivitas luar ruangan," katanya di Mataram, Selasa.

Hari Sabtu, lanjutnya, para siswa diharapkan mengisi dengan kegiatan non-akademik sesuai bakat dan minat mereka, seperti olahraga atau seni serta kegiatan ekstrakurikuler lainnya.

"Hari Sabtu anak-anak bisa berkegiatan di luar ruang, baik itu bermain atau aktivitas fisik, untuk memperkuat ikatan emosional dalam keluarga," katanya menyikapi pelaksanaan hari kedua lima hari sekolah atau full day school di tingkat SD dan SMP se-Kota Mataram.

Wali kota mengatakan kebijakan lima hari sekolah bagi siswa menjadi langkah untuk meningkatkan efektivitas belajar serta memberikan waktu luang yang lebih berkualitas bagi siswa, guru, maupun orang tua, pada akhir pekan

"Karena para orang tua juga rata-rata libur di hari Sabtu, sehingga dengan lima hari sekolah juga dapat meningkatkan quality time keluarga," katanya.

Baca juga: Siswa madrasah di Mataram dilarang bawa HP ke sekolah

Itulah, kata wali kota, yang menjadi salah satu latar belakang utama kebijakan tersebut yakni keinginan pemerintah agar anak-anak memiliki waktu istirahat yang cukup pada akhir pekan.

Dengan libur pada hari Sabtu dan Minggu, lanjut dia, diharapkan terjalin hubungan yang lebih kuat antara orang tua dan anak melalui kegiatan bersama atau liburan keluarga.

"Kami ingin ada quality time yang efektif bagi orang tua dan anak di hari Sabtu dan Minggu," katanya.

Selain aspek keluarga, kata dia, kebijakan tersebut juga bertujuan memberikan waktu bagi para guru untuk beristirahat dan mempersiapkan bahan mengajar dengan lebih maksimal untuk hari Senin berikutnya.

Kebijakan lima hari sekolah, saat ini masih dalam tahap uji coba selama dua hingga tiga minggu ke depan.

Selanjutnya Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melalui Dinas Pendidikan akan melakukan evaluasi menyeluruh sebelum memutuskan apakah kebijakan ini akan diterapkan secara permanen di seluruh sekolah di Kota Mataram.

"Hasil evaluasi Dinas Pendidikan akan menjadi acuan kami untuk memutuskan, apakah lima hari sekolah akan lanjut atau tidak," kata Wali Kota Mataram Mohan Roliskana.

Baca juga: Legislator di Mataram dukung larangan bawa HP ke sekolah
Baca juga: Ingat!! Siswa SD-SMP di Mataram dilarang bawa HP ke sekolah
Baca juga: Dua Mahasiswa di Mataram Jadi Tersangka Pencurian HP Teman



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026