Tugu Gong Perdamaian Nusantara dibangun di Bima
Senin, 23 Oktober 2023 3:03 WIB
Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Gita Aryadi bersama Penjabat Wali Kota Bima, Mohammad Rum melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Tugu Gong Perdamaian Nusantara di Komplek Wisata Lawata, Kota Bima. (ANTARA/Kominfotik Kota Bima).
Mataram (ANTARA) - Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat(NTB) Lalu Gita Aryadi dan Penjabat Wali Kota Bima, Mohammad Rum melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Tugu Gong Perdamaian Nusantara di Komplek Wisata Lawata, Kota Bima.
Penjabat Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi mengatakan Tugu Gong Perdamaian Nusantara merupakan proyek yang memiliki makna penting dalam mempromosikan perdamaian, persatuan, dan kerukunan di Nusantara.
"Tugu ini akan menjadi simbol semangat persatuan dan perdamaian antarsuku, agama, dan etnis yang ada di wilayah ini (Kota Bima, red)," ujar Gita didampingi Penjabat (Pj) Wali Kota Bima Mohammad Rum dalam keterangan diterima di Mataram, Minggu.
Selain itu, Miq Gita sapaan akrabnya, menyatakan pembangunan Tugu Gong Perdamaian Nusantara adalah upaya pemerintah untuk merayakan keragaman budaya dan keyakinan yang ada di Nusantara.
"Ini adalah tempat dimana kita memperingati keberagaman sebagai kekayaan dan mempromosikan pesan perdamaian yang menjadi jiwa bangsa kita," ungkapnya.
Sementara Pj Wali Kota Bima Mohammad Rum, menambahkan bahwa Kota Bima bangga menjadi bagian dari inisiatif ini.
"Tugu Gong Perdamaian Nusantara akan menjadi destinasi wisata budaya dan tempat refleksi bagi warga setempat serta wisatawan yang datang ke Kota Bima," katanya.
Ia berharap tugu ini akan menjadi ikon penting dalam mempromosikan pesan perdamaian dan persatuan di seluruh Nusantara.
Baca juga: RI tegaskan berperan ASEAN sebagai kontributor perdamaian dan stabilitas
Baca juga: Pengamat sebut Indonesia dan Malaysia punya peran penting menjaga perdamaian
Acara peletakan batu pertama ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum yang memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan Tugu Gong Perdamaian Nusantara.
Penjabat Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi mengatakan Tugu Gong Perdamaian Nusantara merupakan proyek yang memiliki makna penting dalam mempromosikan perdamaian, persatuan, dan kerukunan di Nusantara.
"Tugu ini akan menjadi simbol semangat persatuan dan perdamaian antarsuku, agama, dan etnis yang ada di wilayah ini (Kota Bima, red)," ujar Gita didampingi Penjabat (Pj) Wali Kota Bima Mohammad Rum dalam keterangan diterima di Mataram, Minggu.
Selain itu, Miq Gita sapaan akrabnya, menyatakan pembangunan Tugu Gong Perdamaian Nusantara adalah upaya pemerintah untuk merayakan keragaman budaya dan keyakinan yang ada di Nusantara.
"Ini adalah tempat dimana kita memperingati keberagaman sebagai kekayaan dan mempromosikan pesan perdamaian yang menjadi jiwa bangsa kita," ungkapnya.
Sementara Pj Wali Kota Bima Mohammad Rum, menambahkan bahwa Kota Bima bangga menjadi bagian dari inisiatif ini.
"Tugu Gong Perdamaian Nusantara akan menjadi destinasi wisata budaya dan tempat refleksi bagi warga setempat serta wisatawan yang datang ke Kota Bima," katanya.
Ia berharap tugu ini akan menjadi ikon penting dalam mempromosikan pesan perdamaian dan persatuan di seluruh Nusantara.
Baca juga: RI tegaskan berperan ASEAN sebagai kontributor perdamaian dan stabilitas
Baca juga: Pengamat sebut Indonesia dan Malaysia punya peran penting menjaga perdamaian
Acara peletakan batu pertama ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum yang memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan Tugu Gong Perdamaian Nusantara.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PJ. Bupati berikan alasan kelompok seni batal tampil pada HUT Singaraja
01 April 2024 20:24 WIB, 2024
Pj Gubernur NTB resmikan Gong Perdamaian Nusantara simbol persatuan Bima
23 February 2024 18:20 WIB, 2024
Perguruan Tinggi STAHN MPU Kuturan-Undiksha tampilkan kesenian "gong kebyar"
18 February 2024 19:21 WIB, 2024
Pria di Sumbawa tewas diserang sekelompok orang bersenjata tajam di wisata Pantai Batu Gong
09 March 2021 10:18 WIB, 2021
"Kim Ji-young, Born 1982", kisah tentang seorang istri, ibu dan putri
16 November 2019 15:59 WIB, 2019
Lestarikan budaya Sasak, Dispar Mataram bentuk tim kesenian "Sekehe Gong"
11 April 2019 12:30 WIB, 2019