Kupang (ANTARA) - Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolair) Polda Nusa Tenggara Timur melakukan penanaman anakan mangrove di kawasan wisata Pantai Oesapa Kota Kupang sebagai upaya membantu melestarikan alam kawasan wisata tersebut.

"Kegiatan penanaman mangrove adalah bukti konkret dari komitmen Ditpolairud Polda NTT dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, khususnya di sekitar wilayah pantai termasuk dalam melestarikan lingkungan wisata pantai," kata Dirpolairud Polda NTT Kombes Polisi Nyoman Budiarjo saat dihubungi di Kupang, Minggu (26/11).

Ia mengatakan hal itu terkait dengan kegiatan penanaman mangrove dilakukan Ditpolair NTT di kawasan wisata Oesapa Barat, Kota Kupang. Dia menjelaskan penanaman mangrove selain untuk mendukung pelestarian alam kawasan wisata, juga dalam rangka memperingati HUT Ke-73 Polairud pada 2023 di daerah itu.

Penanaman mangrove melibatkan Pemerintah Kelurahan Oesapa, BBKSDA Kupang, Poltek Kelautan dan Perikanan Kupang, komunitas pecinta lingkungan, masyarakat, mitra Ditpolairud, babinsa, dan bhabinkamtibmas.

"Kegiatan ini adalah bukti konkret dari komitmen Ditpolairud Polda NTT dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, khususnya di sekitar wilayah pantai," kata Kombes Polisi Nyoman Budiarjo.

Selain menanam anakan pohon mangrove, pada kesempata itu juga dilakukan bersih-bersih pantai sebagai langkah nyata dalam pelestarian lingkungan. "Kami berusaha menciptakan dampak positif dengan menanam 400 pohon mangrove di pantai wisata Oesapa Barat, selain itu Satpolairud Polres jajaran dan markas unit kapal juga turut serta dengan menanam 2.400 pohon mangrove," kata dia.

Baca juga: Pemkab Alor NTT mengajak masyarakat gali potensi kelautan
Baca juga: Kelompok Tani Hortikultura Poco Leok NTT binaan PLN raup keuntungan besar

Penanaman mangrove tidak hanya memberikan manfaat ekologis dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pantai, tetapi juga memberikan dampak positif sosial dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.

 

Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024