Pj Gubernur meminta Pertamina pastikan BBM dan LPG di NTB aman
Sabtu, 2 Desember 2023 6:49 WIB
Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Gita Ariadi. ANTARA/Nur Imansyah
Mataram (ANTARA) - Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Gita Ariadi meminta kepada PT Pertamina untuk memastikan distribusi BBM dan LPG di wilayah itu berjalan lancar dan aman sampai dengan akhir 2023.
"Distribusi BBM dan LPG harus tetap dijaga dan memastikan semuanya berjalan lancar agar perekonomian masyarakat tetap hidup," kata Gita saat menerima audiensi Pertamina Patra Niaga dalam keterangan tertulis di Mataram, Jumat.
Miq Gita sapaan akrabnya berharap Pertamina terus mendukung dan berkolaborasi membangun NTB yang lebih maju ke depannya. Terutama memastikan distribusi BBM dan LPG di seluruh wilayah NTB berjalan dengan lancar dan aman.
Sales Area Manager Provinsi NTB, Agung Kaharesa Wijaya mengungkapkan bahwa semua kegiatan distribusi dan penyaluran BBM dan LPG di seluruh wilayah NTB tetap lancar dan aman.
"Alhamdulillah semuanya aman dan lancar," ujarnya.
Ia mengakui saat ini pendistribusian mengalami peningkatan yang signifikan saat perhelatan nasional maupun internasional yang digelar di NTB.
"Kegiatan distribusi juga meningkat saat kegiatan MotoGP digelar di Mandalika Lombok," katanya.
Berdasarkan data Dinas ESDM NTB, pada 2023, kuota LPG 3 kilogram di NTB sebanyak 136.522 metrik ton. Kuota LPG 3 kilogram yang diberikan berdasarkan data masyarakat yang berhak menerima.
Baca juga: Distribusi LPG ditertibkan agar penyaluran tepat sasaran
Baca juga: Mataram bentuk tim pengawas elpiji 3 kilogram
Gubernur NTB telah menerbitkan surat keputusan nomor 750/444/2023 terkait dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kilogram. Untuk daerah yang berada di radius 60 kilometer dari Depot LPG Pertamina atau Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE), HET LPG 3 kilogram sebesar Rp18 ribu.
Sedangkan untuk radius 60 sampai 120 kilometer dari Depot LPG atau SPPBE, HET LPG 3 kilogram ditetapkan sebesar Rp18.750. Sementara untuk radius di atas 120 kilometer, HET LPG 3 kilogram ditetapkan sebesar Rp19.500.
"Distribusi BBM dan LPG harus tetap dijaga dan memastikan semuanya berjalan lancar agar perekonomian masyarakat tetap hidup," kata Gita saat menerima audiensi Pertamina Patra Niaga dalam keterangan tertulis di Mataram, Jumat.
Miq Gita sapaan akrabnya berharap Pertamina terus mendukung dan berkolaborasi membangun NTB yang lebih maju ke depannya. Terutama memastikan distribusi BBM dan LPG di seluruh wilayah NTB berjalan dengan lancar dan aman.
Sales Area Manager Provinsi NTB, Agung Kaharesa Wijaya mengungkapkan bahwa semua kegiatan distribusi dan penyaluran BBM dan LPG di seluruh wilayah NTB tetap lancar dan aman.
"Alhamdulillah semuanya aman dan lancar," ujarnya.
Ia mengakui saat ini pendistribusian mengalami peningkatan yang signifikan saat perhelatan nasional maupun internasional yang digelar di NTB.
"Kegiatan distribusi juga meningkat saat kegiatan MotoGP digelar di Mandalika Lombok," katanya.
Berdasarkan data Dinas ESDM NTB, pada 2023, kuota LPG 3 kilogram di NTB sebanyak 136.522 metrik ton. Kuota LPG 3 kilogram yang diberikan berdasarkan data masyarakat yang berhak menerima.
Baca juga: Distribusi LPG ditertibkan agar penyaluran tepat sasaran
Baca juga: Mataram bentuk tim pengawas elpiji 3 kilogram
Gubernur NTB telah menerbitkan surat keputusan nomor 750/444/2023 terkait dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kilogram. Untuk daerah yang berada di radius 60 kilometer dari Depot LPG Pertamina atau Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE), HET LPG 3 kilogram sebesar Rp18 ribu.
Sedangkan untuk radius 60 sampai 120 kilometer dari Depot LPG atau SPPBE, HET LPG 3 kilogram ditetapkan sebesar Rp18.750. Sementara untuk radius di atas 120 kilometer, HET LPG 3 kilogram ditetapkan sebesar Rp19.500.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Iqbal tegaskan tata kelola RS kunci pelayanan kesehatan berkualitas
07 February 2026 5:14 WIB
1.166 koperasi terbentuk, Gubernur NTB fokus hidupkan 50 koperasi percontohan
06 February 2026 4:39 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Pengelolaan sampah Nasional naik ke 24,95 persen, Target 100 persen masih jauh
11 February 2026 17:18 WIB
Sebanyak 1,67 juta orang diprediksi padati Ketapang--Gilimanuk pada Lebaran
11 February 2026 6:40 WIB