Sekda: Simaskot permudah pengukuran Indeks Pelayanan Publik di NTB
Kamis, 21 Desember 2023 15:09 WIB
Penjabat Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB), Fathurrahman. (ANTARA/Pemprov NTB).
Mataram (ANTARA) - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Nusa Tenggara Barat (NTB) Fathurrahman berharap Survei Kepuasan Masyarakat Online Terintegrasi (Simaskot)
dapat mempermudah pengukuran Indeks Pelayanan Publik (IKM) di wilayah itu.
"Hadirnya Simaskot dapat memberikan jawaban, sehingga kami pada akhirnya punya ukuran untuk evaluasi dan melakukan perbaikan, penyempurnaan untuk pelayanan masyarakat yang lebih baik kedepannya, sehingga nantinya pada tahun 2024 mencapai yang kami harapkan," ujarnya melalui siaran pers di Mataram, Kamis.
Simaskot merupakan portal layanan digital yang bertujuan mengukur tingkat kepuasan masyarakat serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dengan memperhatikan prinsip transparansi, partisipatif, akuntabel, berkesinambungan, berkeadilan, dan netral.
Baca juga: NTB menyerukan sikap toleransi peringati hari santri
Menurutnya interaksi pemerintah dengan masyarakat harus terus terjalin baik pada sektor pendidikan, kesehatan, dan sebagainya, sehingga memerlukan sarana, salah satunya lewat Simaskot.
"Artinya pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat. Jadi tidak hanya mengandalkan sistem kerja yang struktural di dalam kantor, tetapi juga bagaimana cara menginformasikan melalui sistem yang tersedia," tuturnya.
Sementara itu Kepala Biro Organisasi Setda NTB Nursalim mengatakan pihaknya bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) NTB telah menggagas agar semua perangkat daerah ada standar pelayanannya.
"Sehingga kita bertanggung jawab untuk menghadirkan semua pihak maupun masyarakat bisa terlayani dengan baik, karena survei kepuasan masyarakat ini adalah sebagai salah satu variabel atau indikator kami memberikan kepuasan kepada masyarakat, bahwa ada kehadiran pemerintah," katanya.
Baca juga: Fathurrahman dilantik menjadi Penjabat Sekda NTB
dapat mempermudah pengukuran Indeks Pelayanan Publik (IKM) di wilayah itu.
"Hadirnya Simaskot dapat memberikan jawaban, sehingga kami pada akhirnya punya ukuran untuk evaluasi dan melakukan perbaikan, penyempurnaan untuk pelayanan masyarakat yang lebih baik kedepannya, sehingga nantinya pada tahun 2024 mencapai yang kami harapkan," ujarnya melalui siaran pers di Mataram, Kamis.
Simaskot merupakan portal layanan digital yang bertujuan mengukur tingkat kepuasan masyarakat serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dengan memperhatikan prinsip transparansi, partisipatif, akuntabel, berkesinambungan, berkeadilan, dan netral.
Baca juga: NTB menyerukan sikap toleransi peringati hari santri
Menurutnya interaksi pemerintah dengan masyarakat harus terus terjalin baik pada sektor pendidikan, kesehatan, dan sebagainya, sehingga memerlukan sarana, salah satunya lewat Simaskot.
"Artinya pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat. Jadi tidak hanya mengandalkan sistem kerja yang struktural di dalam kantor, tetapi juga bagaimana cara menginformasikan melalui sistem yang tersedia," tuturnya.
Sementara itu Kepala Biro Organisasi Setda NTB Nursalim mengatakan pihaknya bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) NTB telah menggagas agar semua perangkat daerah ada standar pelayanannya.
"Sehingga kita bertanggung jawab untuk menghadirkan semua pihak maupun masyarakat bisa terlayani dengan baik, karena survei kepuasan masyarakat ini adalah sebagai salah satu variabel atau indikator kami memberikan kepuasan kepada masyarakat, bahwa ada kehadiran pemerintah," katanya.
Baca juga: Fathurrahman dilantik menjadi Penjabat Sekda NTB
Pewarta : Nur Imansyah
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Lingkungan
Lihat Juga
FKIJK NTB dan MIM Foundation salurkan genset bagi penyintas banjir di Aceh
02 January 2026 15:01 WIB
Gunung Semeru hari ini alami 16 kali erupsi, tinggi letusan capai 1.100 meter
03 December 2025 10:28 WIB
Sembilan orang terseret banjir bandang di Agam, Sumatera Barat masih dalam pencarian
28 November 2025 13:35 WIB
BMKG prediksikan puncak musim hujan di Sulteng September hingga April 2026
16 September 2025 15:52 WIB