Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mengapresiasi semangat para atlet dan jajaran pengurus dari Papua Pegunungan yang bersiap untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.

Hal tersebut disampaikan di Grand Baliem Hotel Wamena, setelah Ketum KONI Pusat mengukuhkan dan melantik Ketum KONI Provinsi Papua Pegunungan Velix Vernando Wanggai dan jajarannya.

“Kami berharap bendera Papua Pegunungan dapat berkibar dan medali emas dapat dikalungkan kepada atlet-atlet Papua Pegunungan. Saya yakin Pak Velix dan pengurus mampu mempersiapkan Papua Pegunungan dengan sebaik-baiknya,” kata Marciano Norman dilansir dari keterangan resmi, Selasa.

Provinsi baru, yakni empat Daerah Otonom Baru (DOB), termasuk Papua Pegunungan mendapatkan 30 kuota wildcard PON 2024 untuk nomor pertandingan individu.

“30 atlet untuk cabang olahraga perorangan memang diberikan untuk mereka langsung bisa masuk bertanding pada PON XXI,” jelas Marciano Norman.

Untuk cabang olahraga beregu seperti sepak bola, KONI Pusat yang berkoordinasi dengan PSSI memberi kesempatan kepada DOB untuk bisa mengirimkan atlet-atletnya dengan mengikuti tahapan babak kualifikasi (BK) yang berlangsung di Timika, Papua Tengah.

“Untuk cabang olahraga beregu seperti sepak bola harus mengikuti babak kualifikasi (BK). BK sepak bola ini memang diberikan atas dasar satu kebijakan di mana KONI Pusat berkoordinasi dengan PSSI untuk memberi kesempatan kepada DOB untuk bisa mengirimkan atlet-atlet sepak bolanya,” tambah Marciano Norman.


Baca juga: Aryo targetkan Pordasi Jakarta juara umum pacu di PON
Baca juga: PON Aceh-Sumut 2024, KONI NTB gelar Pelatda mulai 12 Januari 2024

BK sepak bola dan futsal khusus DOB memperebutkan total 4 kuota dari nomor pertandingan sepak bola dan futsal yang mana masing-masing ada dua nomor yakni putra dan putri.

Velix menekankan pentingnya penataan roda organisasi KONI Papua Pegunungan. Ketum KONI Papua Pegunungan tersebut menilai olahraga dapat bermakna luas dan dapat dibina oleh berbagai pihak, yang mana KONI harus baik dalam berkoordinasi.

“Olahraga menjadi titik masuk untuk kami, mendorong anak-anak muda, ekonomi kreatif dan konsolidasi masyarakat. Berbagai asosiasi, baik itu kampus, gereja, biasa melaksanakan kejuaraan-kejuaraan olahraga,” ujar Velix. “Olahraga ini tidak hanya milik KONI saja, tapi simpul-simpul sosial juga menggerakkan olahraga ini,” kata Velix.


 

Pewarta : Fajar Satriyo
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024