Mataram (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat,  memasang pengaman tanggul dengan panjang sekitar 150 meter untuk mencegah erosi di pesisir pantai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning di Mataram, Jumat, mengatakan, pengaman tanggul itu dipasang menggunakan teknis riprap berupa tumpukan batu-batu besar yang disusun berlapis.

"Sepanjang 150 meter pengaman tanggul kami pasang pada tiga titik yakni Pantai Mapak Indah, Loang Baloq, dan Pantai Boom Ampenan," katanya.

Baca juga: Pemasangan tanggul pengaman di Pantai Ampenan Mataram tuntas

Namun, dua titik yakni di Mapak Indah dan Loang Baloq sudah selesai dipasang dengan panjang masing-masing 50 meter. Sementara, saat ini sedang dikerjakan di Pantai Boom Ampenan dengan panjang hampir sama.

Panjang riprap yang akan dibuat  belum bisa disamaratakan kendati anggarannya sama yakni masing-masing Rp200 juta, sebab pemasangan riprap atau pengaman tanggul disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Dengan demikian, dengan anggaran Rp200 juta itu, panjang riprap di Pantai Boom Ampenan bisa saja lebih atau kurang. Tapi, jika kondisi sama dengan dua titik sebelumnya, bisa jadi panjangnya sama yakni 50 meter.

"Kami targetkan, pemasangan riprap di Pantai Boom Ampenan  selesai dalam waktu sekitar satu minggu," katanya.

Baca juga: Pemkot Mataram membuat "riprap" cegah erosi akibat gelombang pasang

Hasil evaluasi dari pemasangan riprap pada dua titik yakni di Mapak Indah dan Loang Baloq, lanjutnya, riprap dinilai efektif dan memberikan dampak signifikan yakni tidak bergeser-nya garis pantai meskipun terjadi gelombang pasang.

"Ke depan titik-titik pesisir pantai yang tidak ada riprap perlu kita prioritaskan, karena garis pantai mulai terkikis," katanya.

Dikatakan, jika melihat efektivitas, pemasangan riprap sebagai pengaman garis pantai jauh lebih efektif dibandingkan dengan beronjong.

Batu-batu yang digunakan untuk membuat riprap merupakan batu dengan berukuran besar sehingga tidak bergeser ketika terjadi gelombang pasang.

"Volume satu bongkahan batu yang digunakan diupayakan bisa mencapai satu kubik," katanya.

Baca juga: Cegah erosi, PUPR Mataram usulkan tambahan anggaran pembangunan "riprap"
 

Pewarta : Nirkomala
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2024