Indonesia-Malaysia Lakukan Pertemuan Bilateral Bahas Narkotika
Selasa, 7 November 2017 17:35 WIB
(ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Mataram, (Antara NTB) - Indonesia bersama Malaysia melakukan pertemuan di Nusa Tenggara Barat, dengan agenda pembahasan masalah peredaran narkotika yang kian marak sehingga memprihatinkan di tengah masyarakat.
"Jadi bentuk peningkatan kerja sama Indonesia dengan Malaysia ini kita saling tukar-menukar informasi, data baru, termasuk juga jenis narkotika baru yang mungkin saja belum ada di Indonesia," kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Polisi Ari Dono Sukmanto di Mataram, Selasa.
Dalam pertemuannya, Pemerintah Malaysia melalui Polisi Diraja Malaysia (PDRM), diwakilkan Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik Polisi Diraja Malaysia (JSJN PDRM) Commissioner Of Polis (CP) Datuk Seri Mohmad Salleh.
Pertemuan yang berlangsung di hotel berbintang kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, ini akan terlaksana sampai Kamis (9/11) mendatang.
Karena itu, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto dalam keterangannya mengatakan bahwa pertemuan yang sudah terjalin sejak sebelas tahun yang lalu tersebut sangat penting bagi Pemerintah Indonesia, khususnya dalam upaya pemberantasan narkotika yang tergolong dalam kejahatan transnasional ini.
"Tentunya kerja sama dengan Malaysia ini kita harapkan dapat terus terjalin, terutama dinamika yang begitu kuat untuk masalah narkotika. Karena itu, pertemuan ini sangat penting," ujarnya.
Bahkan dalam pertemuannya, Ari Dono mengatakan bahwa pihaknya turut membahas soal dampak dari kebijakan Pemerintah Filipina dalam upaya pemberantasan narkotika.
"Begitu kerasnya ditekan di negaranya (Filipina), jaringan mereka ini kemudian tidak menutup kemungkinan masuk ke Malaysia dan indonesia," ucapnya.(*)
"Jadi bentuk peningkatan kerja sama Indonesia dengan Malaysia ini kita saling tukar-menukar informasi, data baru, termasuk juga jenis narkotika baru yang mungkin saja belum ada di Indonesia," kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Polisi Ari Dono Sukmanto di Mataram, Selasa.
Dalam pertemuannya, Pemerintah Malaysia melalui Polisi Diraja Malaysia (PDRM), diwakilkan Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik Polisi Diraja Malaysia (JSJN PDRM) Commissioner Of Polis (CP) Datuk Seri Mohmad Salleh.
Pertemuan yang berlangsung di hotel berbintang kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, ini akan terlaksana sampai Kamis (9/11) mendatang.
Karena itu, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto dalam keterangannya mengatakan bahwa pertemuan yang sudah terjalin sejak sebelas tahun yang lalu tersebut sangat penting bagi Pemerintah Indonesia, khususnya dalam upaya pemberantasan narkotika yang tergolong dalam kejahatan transnasional ini.
"Tentunya kerja sama dengan Malaysia ini kita harapkan dapat terus terjalin, terutama dinamika yang begitu kuat untuk masalah narkotika. Karena itu, pertemuan ini sangat penting," ujarnya.
Bahkan dalam pertemuannya, Ari Dono mengatakan bahwa pihaknya turut membahas soal dampak dari kebijakan Pemerintah Filipina dalam upaya pemberantasan narkotika.
"Begitu kerasnya ditekan di negaranya (Filipina), jaringan mereka ini kemudian tidak menutup kemungkinan masuk ke Malaysia dan indonesia," ucapnya.(*)
Pewarta :
Editor : Dimas
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Indonesia membuka peluang kolaborasi pendidikan tinggi dan riset dengan Slowakia
04 April 2026 5:26 WIB
Wang Yi: Dialog lebih baik daripada konfrontasi, jelang pertemuan Xi-Trump
15 February 2026 12:01 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024