Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia memberikan bantuan hibah sebanyak 100 unit lampu Penerang Jalan Umum (PJU) untuk Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Lampu PJU tersebut saat ini telah dipasang dengan lokasi pemasangan di dalam Kota Praya, serta jalan utama menuju objek vital di Lombok Tengah," kata Project ADLIGHT Kementerian ESDM Amanda Justicia di Praya, Minggu.

Dia menjelaskan, lokasi pemasangan PJU tersebut di antaranya mulai dari depan kantor Bupati Lombok Tengah hingga Rumah Sakit Cahaya Medika Kelurahan Leneng, serta jalan utama menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya. Sisanya disebar di beberapa kecamatan yang membutuhkan fasilitas PJU berdasarkan penilaian dari Dishub Lombok Tengah.

“Proses pemasangan sudah dimulai sejak awal pekan kemarin,” katanya.

Baca juga: PJU terdampak cuaca ekstrem di Lombok Tengah diperbaiki

Ia mengatakan, hibah unit lampu PJU yang diberikan tersebut merupakan bagian dari program kerja sama Kementerian ESDM dengan project ADLIGHT. Lombok Tengah ditetapkan sebagai penerima hibah lampu PJU itu atas arahan Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves).

"Guna mendukung pengembangan destinasi wisata blue green and circular economy dan bisa mendukung pergerakan pariwisata di Lombok Tengah," katanya.

Utamanya di Kota Praya yang memang menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi di Lombok Tengah. Mengingat, kondisi Kota Praya sendiri juga masih sangat minim penerang jalan. Sehingga dengan adanya bantuan lampu PJU itu bisa menjawab persoalan tersebut.

Baca juga: Bypass Labulia Lombok Tengah minim penerangan hingga rawan kecelakaan

Tidak kalah penting, kata Amanda, bantuan PJU itu juga sebagai salah satu upaya untuk mendorong kesadaran dari Pemkab Lombok Tengah, bahwa PJU berperan penting dalam mendukung pergerakan ekonomi serta mobilitas masyarakat, khususnya di malam hari. Sekaligus juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat beraktivitas di malam hari.

“PJU ini memberikan dampak signifikan, tidak hanya meningkatkan keselamatan pengendara jalan. Tetapi juga memberikan manfaat secara ekonomi pada malam hari,” katanya.

Memang, katanya, keberadaan PJU kelihatannya sepele. Tapi memberikan manfaat yang sangat besar dalam menunjang pergerakan ekonomi serta mobilitas masyarakat di malam hari.

Baca juga: Kabel PJU menuju Sirkuit Mandalika hilang dicuri hingga gelap gulita

Harapannya ke depan Pemkab Lombok Tengah bisa memberikan perhatian yang besar pula terhadap keberadaan PJU.

"Termasuk dari aspek dukungan anggaran," katanya.

Unit PJU yang diberikan, katanya, berupa lampu LED produk dalam negeri. Tentunya yang sudah lolos standar secara nasional. Dengan kriteria hemat energi tetapi mampu memberikan tingkat pencahayaan tinggi.

"Dengan usia pakai yang lama antara tiga sampai lima tahun," katanya.

Jadi, katanya pula, pemerintah daerah tidak harus terbebani dengan biaya listrik yang tinggi dengan adanya bantuan PJU tersebut. Karena membutuhkan asupan daya listrik yang rendah, tetapi mampu memberikan pencahayaan yang tinggi.

“Jenis lampu LED yang kita pasang ini juga sudah tersedia di e-katalog. Dengan garansi sampai tiga tahun. Jadi pemerintah daerah tidak akan kesulitan dalam pengadaan lampu PJU jenis ini nantinya,” katanya.


Baca juga: Lombok Tengah NTB gencarkan penertiban PJU ilegal

Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2024