Bambang Haryo berikan solusi masalah pengangkutan sapi NTB ke Jawa
Rabu, 8 Mei 2024 13:43 WIB
Anggota DPR RI terpilih periode 2024-2029, dari Daerah Pemilihan Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono (kiri dua), saat melakukan kunjungan di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. (ANTARA/HO-Alwi)
Mataram (ANTARA) - Anggota DPR RI terpilih periode 2024-2029, Bambang Haryo Soekartono, memberikan solusi terhadap masalah staknasi muatan sapi sebanyak 54.600 ekor dari Nusa Tenggara Barat (NTB), menuju Pulau Jawa yang belum ada kapal pengangkut khusus ternak.
"Solusinya adalah dengan mengalihkan pengangkutan sapi dari Pelabuhan Internasional Gilimas ke Pelabuhan Penyeberangan ASDP Lembar," kata Bambang Haryo Soekartono, keterangan tertulis di Mataram, Rabu.
Politisi Partai Gerindra dari Jawa Timur tersebut sudah menyampaikan solusi kepada Manajemen PT Pelindo III Cabang Lembar, saat melakukan kunjungan di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Senin (6/5/2024).
Menurut Bambang, dengan menggunakan kapal penyeberangan yang lama untuk pelayaran pendek dengan bentuk kontruksi bangunan kapal yang lebih terbuka, bisa memberikan kenyamanan bagi penumpang dan solusi staknasi pengiriman sapi.
Sementara jika pengiriman sapi menggunakan kapal long distance ferry lintasan Gilimas - Tanjung Wangi dengan struktur bangunan kapal yang tertutup pasti menimbulkan bau selama pelayaran dan menjadi tidak sehat.
"Hal itu juga bisa menjadikan Pelabuhan Internasional Gilimas lebih steril," ujarnya.
Bambang Haryo Soekartono, melakukan kunjungan di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Senin (6/5/2024). Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kelancaran transportasi penyeberangan di Pelabuhan Lembar.
"Saya ingin memastikan apa yang menjadi permasalahan yang ada di transportasi penyeberangan. Ini kan tempat angkutan transportasi penyeberangan yang sangat strategis, tidak tergantikan sebenarnya dengan transportasi lain," ucapnya.
Dalam kunjungannya, Bambang mendapatkan beragam masukan terkait dengan kelancaran angkutan penyeberangan dan keberlangsungan usaha di Pelabuhan Lembar.
Salah satu permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius adalah terkait akses keluar masuk kendaraan logistik yang harus terjamin kelancarannya.
"Kita sangat mengharapkan areal penumpukan di pelabuhan ASDP, baik yang di Lembar maupun Padang Bai, bisa ditambah. Kemungkinan besar dengan adanya regulasi nanti kita akan usulkan dan kita dorong untuk pembatasan overload dan over dimensi," katanya.
"Solusinya adalah dengan mengalihkan pengangkutan sapi dari Pelabuhan Internasional Gilimas ke Pelabuhan Penyeberangan ASDP Lembar," kata Bambang Haryo Soekartono, keterangan tertulis di Mataram, Rabu.
Politisi Partai Gerindra dari Jawa Timur tersebut sudah menyampaikan solusi kepada Manajemen PT Pelindo III Cabang Lembar, saat melakukan kunjungan di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Senin (6/5/2024).
Menurut Bambang, dengan menggunakan kapal penyeberangan yang lama untuk pelayaran pendek dengan bentuk kontruksi bangunan kapal yang lebih terbuka, bisa memberikan kenyamanan bagi penumpang dan solusi staknasi pengiriman sapi.
Sementara jika pengiriman sapi menggunakan kapal long distance ferry lintasan Gilimas - Tanjung Wangi dengan struktur bangunan kapal yang tertutup pasti menimbulkan bau selama pelayaran dan menjadi tidak sehat.
"Hal itu juga bisa menjadikan Pelabuhan Internasional Gilimas lebih steril," ujarnya.
Bambang Haryo Soekartono, melakukan kunjungan di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Senin (6/5/2024). Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kelancaran transportasi penyeberangan di Pelabuhan Lembar.
"Saya ingin memastikan apa yang menjadi permasalahan yang ada di transportasi penyeberangan. Ini kan tempat angkutan transportasi penyeberangan yang sangat strategis, tidak tergantikan sebenarnya dengan transportasi lain," ucapnya.
Dalam kunjungannya, Bambang mendapatkan beragam masukan terkait dengan kelancaran angkutan penyeberangan dan keberlangsungan usaha di Pelabuhan Lembar.
Salah satu permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius adalah terkait akses keluar masuk kendaraan logistik yang harus terjamin kelancarannya.
"Kita sangat mengharapkan areal penumpukan di pelabuhan ASDP, baik yang di Lembar maupun Padang Bai, bisa ditambah. Kemungkinan besar dengan adanya regulasi nanti kita akan usulkan dan kita dorong untuk pembatasan overload dan over dimensi," katanya.
Pewarta : Awaludin
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anggota DPR Bambang Haryo Dorong NTB Optimalkan Potensi Wisata Budaya
26 February 2025 21:47 WIB, 2025
Bambang Haryo gali masukan terkait permasalahan di Pelabuhan Lembar Lombok
06 May 2024 23:12 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas UBS hari ini Rp3,123 juta/gr, Galeri24 Rp3,092 juta/gr, Minggu 1 Maret 2026
01 March 2026 11:57 WIB
Harga emas UBS hari ini Rp3,080 juta/gr dan Galeri24 Rp3,065 juta/gr, Sabtu 28 Februari 2026
28 February 2026 8:52 WIB