Bio Farma buat vaksin HPV dalam negeri bersama MSD
Selasa, 4 Juni 2024 18:57 WIB
Ilustrasi Gedung Heritage Bio Farma (ANTARA/www.biofarma.co.id)
Jakarta (ANTARA) - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Bio Farma akan membuat vaksin Human Papillomavirus (HPV) di dalam negeri bersama perusahaan farmasi internasional, MSD (Merck, Sharp & Dohme).
“Bio Farma sebagai BUMN klaster Kesehatan berkomitmen untuk memproduksi vaksin dalam negeri bersama dengan MSD (Merck, Sharp & Dohme),” ujar Erick Thohir, sebagaimana yang dikutip melalui akun instagram resminya yang bernama pengguna erickthohir, dipantau dari Jakarta, Selasa.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Erick Thohir setelah menerima kedatangan Joe Romanelli, President Human Health International dari perusahaan farmasi internasional, MSD (Merck, Sharp & Dohme) di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa.
Dalam pertemuan tersebut, Erick Thohir mengungkapkan bahwa mereka berbicara mengenai keberlanjutan dan penguatan kolaborasi di Indonesia dalam pembuatan vaksin HPV.
Vaksin HPV merupakan vaksin yang mampu mencegah kanker serviks yang sering dialami oleh kaum perempuan di Indonesia. Sebelumnya, anak perusahaan Bio Farma, yakni PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) bersama PT Merck Sharp & Dohme (MSD) Indonesia melakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama dalam meningkatkan edukasi dan pemahaman masyarakat Indonesia terkait human papillomnavirus (HPV) yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (8/3).
"KFD melakukan kolaborasi dengan MSD sebagai perusahaan farmasi global yang beroperasi di Indonesia dan bergerak di bidang teknologi kesehatan dalam rangka meningkatkan literasi, dan kesediaan masyarakat terkait penerimaan vaksin HPV," kata Direktur Utama KFD Arie Genipa Suhendi dalam sambutannya.
Arie menjelaskan, KFD sebagai anak usaha PT Kimia Farma berkomitmen untuk menyediakan layanan kesehatan terintegrasi dari hulu ke hilir.
Baca juga: TTS akibat vaksin AstraZeneca sangat langka
Baca juga: Dinkes buka layanan vaksin meningitis calon haji Mataram di 11 puskesmas
Adapun ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi dukungan tenaga ahli kesehatan di Klinik Kimia Farma dalam rangka membantu memberikan pemahaman dan edukasi yang tepat seputar virus HPV, memberikan pendampingan yang dibutuhkan masyarakat, pemberian vaksin HPV, hingga perluasan pelayanan vaksinasi di seluruh jaringan Kimia Farma.
Menurut dia, langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah melalui Kementerian Kesehatan yang berkomitmen untuk mencegah morbiditas, mortalitas dan kecacatan yang disebabkan oleh penyakit, yang dapat dicegah dengan imunisasi dalam rangka mencapai SDGs 2030 dan Program Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Rahim (2023–2030).
“Bio Farma sebagai BUMN klaster Kesehatan berkomitmen untuk memproduksi vaksin dalam negeri bersama dengan MSD (Merck, Sharp & Dohme),” ujar Erick Thohir, sebagaimana yang dikutip melalui akun instagram resminya yang bernama pengguna erickthohir, dipantau dari Jakarta, Selasa.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Erick Thohir setelah menerima kedatangan Joe Romanelli, President Human Health International dari perusahaan farmasi internasional, MSD (Merck, Sharp & Dohme) di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa.
Dalam pertemuan tersebut, Erick Thohir mengungkapkan bahwa mereka berbicara mengenai keberlanjutan dan penguatan kolaborasi di Indonesia dalam pembuatan vaksin HPV.
Vaksin HPV merupakan vaksin yang mampu mencegah kanker serviks yang sering dialami oleh kaum perempuan di Indonesia. Sebelumnya, anak perusahaan Bio Farma, yakni PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) bersama PT Merck Sharp & Dohme (MSD) Indonesia melakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama dalam meningkatkan edukasi dan pemahaman masyarakat Indonesia terkait human papillomnavirus (HPV) yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (8/3).
"KFD melakukan kolaborasi dengan MSD sebagai perusahaan farmasi global yang beroperasi di Indonesia dan bergerak di bidang teknologi kesehatan dalam rangka meningkatkan literasi, dan kesediaan masyarakat terkait penerimaan vaksin HPV," kata Direktur Utama KFD Arie Genipa Suhendi dalam sambutannya.
Arie menjelaskan, KFD sebagai anak usaha PT Kimia Farma berkomitmen untuk menyediakan layanan kesehatan terintegrasi dari hulu ke hilir.
Baca juga: TTS akibat vaksin AstraZeneca sangat langka
Baca juga: Dinkes buka layanan vaksin meningitis calon haji Mataram di 11 puskesmas
Adapun ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi dukungan tenaga ahli kesehatan di Klinik Kimia Farma dalam rangka membantu memberikan pemahaman dan edukasi yang tepat seputar virus HPV, memberikan pendampingan yang dibutuhkan masyarakat, pemberian vaksin HPV, hingga perluasan pelayanan vaksinasi di seluruh jaringan Kimia Farma.
Menurut dia, langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah melalui Kementerian Kesehatan yang berkomitmen untuk mencegah morbiditas, mortalitas dan kecacatan yang disebabkan oleh penyakit, yang dapat dicegah dengan imunisasi dalam rangka mencapai SDGs 2030 dan Program Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Rahim (2023–2030).
Pewarta : Putu Indah Savitri
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPOM to expedite radiopharma drug certification to improve cancer care
16 October 2024 4:27 WIB, 2024
PET scan machines' local production can reduce medical trips overseas
15 October 2024 18:14 WIB, 2024
Ministry partners with private parties to achieve zero dengue deaths
13 January 2024 15:43 WIB, 2024
Bio Farma's NusaGard vaccine to be used for cervical cancer prevention
03 August 2023 6:24 WIB, 2023