Presiden Jokowi apresiasi Vatikan terus serukan perdamaian di Palestina
Presiden RI Joko Widodo (kanan) bersama Pemimpin Takhta Suci Vatikan Sri Paus Fransiskus (kiri) didampingi Staf Dikasteri untuk Dialog Antar-Agama Takhta Suci Vatikan Romo Markus Solo Kewuta (tengah) bersiap mengikuti upacara penyambutan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/9/2024). Pertemuan tersebut membahas hubungan bilateral antara Indonesia dan Vatikan sekaligus membahas isu-isu global, khususnya perdamaian di seluruh konflik perang yang melanda sejumlah negara di dunia. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.
"Seperti yang kita ketahui bersama, konflik dan perang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di Palestina yang telah menelan lebih dari 40.000 korban jiwa," kata Presiden Jokowi dalam sambutannya pada pertemuan dengan pemimpin tertinggi Gereja Katolik dunia sekaligus Kepala Negara Vatikan Paus Fransiskus bersama Korps Diplomatik dan wakil masyarakat di Istana Negara, Jakarta, Rabu.
Presiden mengatakan bahwa Indonesia dan Vatikan berkomitmen untuk sama-sama menyebarkan semangat perdamaian dan toleransi di tengah dunia yang makin bergejolak, termasuk konflik di Timur Tengah.
"Karena perang tidak akan menguntungkan siapa pun, perang hanya akan membawa penderitaan dan kesengsaraan masyarakat kecil," ucap Presiden Jokowi.
Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia ini merupakan ketiga kalinya setelah Paus Paulus VI pada tahun 1970 dan kunjungan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989.
Baca juga: Paus Fransiskus sapa warga saat hendak ke Istana Negara
Baca juga: Presiden Jokowi kenalkan Presiden Terpilih Prabowo kepada Paus Fransiskus
Paus Fransiskus selaku pemimpin umat Katolik dunia melakukan perjalanan apostolik ke Asia Pasifik pada bulan September 2024. Ada empat negara yang bakal dikunjungi meliputi Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.
Indonesia menjadi negara pertama yang dikunjungi pada tanggal 3 hingga 6 September 2024.
Perjalanan ke kawasan Asia Pasifik selama 11 hari atau tepatnya pada tanggal 3-13 September 2024 akan menjadi lawatan terlama Bapa Suci berusia 87 tahun itu sejak 11 tahun memimpin umat Katolik.
Terpilihnya Indonesia sebagai negara pertama yang yang dikunjungi Paus Fansiskus lantaran di negeri dengan berpenduduk 279 juta jiwa dan mayoritas beragama Islam ini, populasi pemeluk Kristen sekitar 20,5 juta orang dengan 8,5 juta di antaranya adalah umat Katolik.
Baca juga: Paus Fransiskus ajarkan kesederhanaan
Baca juga: Kemenag imbau televisi siarkan Azan Magrib via running text selama misa Paus
Pewarta : Benardy Ferdiansyah/Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gibran-Jokowi semobil bersama usai hadiri silaturahmi dengan Presiden Prabowo
04 March 2026 6:36 WIB
Prabowo kumpulkan eks Presiden dan Ketum Parpol di Istana, Bahas geopolitik dunia
03 March 2026 20:27 WIB
Demokrat NTB ingatkan etika medsos usai SBY dituding dalang dibalik isu ijazah Jokowi
04 January 2026 20:03 WIB
Akademisi mengharapkan gelar perkara khusus akselerasi kasus ijazah Jokowi
18 December 2025 5:16 WIB