Basarnas akan beli dua unit helikopter
Kamis, 2 Agustus 2018 6:59 WIB
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi. (Foto Antaranews NTB/Basarnas)
Mataram (Antaranews NTB) - Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) akan membeli dua unit helikopter dan satu kapal laut berukuran 66 meter untuk meningkatkan kemampuan melaksanakan tugas sesuai Undang-undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.
"Sarana yang kami miliki sekarang ini sudah cukup baik, tapi perlu ada peningkatan-peningkatan," kata Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi, usai memberi pengarahan kepada anggota Kantor SAR Mataram, di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (1/8).
Ia mengatakan, pembelian dua unit helikopter dilakukan dengan pola "multiyears" dan direncanakan rampung pada 2019.
Untuk program pengadaan kapal laut berukuran 66 meter masih dalam proses pembuatan.
Menurut Syaugi, kapal laut berukuran panjang tersebut fungsinya sebagai penyuplai logistik ke perairan laut yang jaraknya relatif jauh dari kantor SAR.
Kemampuan kapal tesebut bisa memuat bahan bakar fuel 450 ton dan bisa juga untuk pendaratan helikopter serta membawa alat yang namanya ROV.
"Penempatannya nanti kita lihat sesuai perkembangan yang ada. Di mana situasi bencana yang memang tinggi, nanti akan kami tempatkan kapal tersebut maupun helikopter," ujarnya.
Di samping peningkatan peralatan operasional, Basarnas juga berkeinginan menambah jumlah personel. Pasalnya, jumlah anggota yang ada saat ini sebanyak 3.400 orang. Mereka tersebar di 38 kantor SAR sekelas provinsi, dan 77 pos serta 22 kantor di bawah pos siaga.
Menurut Syaugi, idealnya Basarnas memiliki jumlah personel sebanyak 7.000 orang untuk ikut membantu penanganan berbagai bencana di seluruh Nusantara yang dikelilingi oleh cincin api (ring of fire).
Personel yang sangat dibutuhkan adalah "rescuer" karena jumlahnya masih kurang 1700-an orang.
Selain itu, tenaga anak buah kapal untuk mendukung upaya pencarian dan pertolongan kepada korban kecelakaan pelayaran di perairan laut yang paling sering terjadi di Indonesia.
"Tahun ini Basarnas diberikan kesempatan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, untuk menambah jumlah personel sebanyak 160 orang," katanya. (*)
"Sarana yang kami miliki sekarang ini sudah cukup baik, tapi perlu ada peningkatan-peningkatan," kata Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi, usai memberi pengarahan kepada anggota Kantor SAR Mataram, di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (1/8).
Ia mengatakan, pembelian dua unit helikopter dilakukan dengan pola "multiyears" dan direncanakan rampung pada 2019.
Untuk program pengadaan kapal laut berukuran 66 meter masih dalam proses pembuatan.
Menurut Syaugi, kapal laut berukuran panjang tersebut fungsinya sebagai penyuplai logistik ke perairan laut yang jaraknya relatif jauh dari kantor SAR.
Kemampuan kapal tesebut bisa memuat bahan bakar fuel 450 ton dan bisa juga untuk pendaratan helikopter serta membawa alat yang namanya ROV.
"Penempatannya nanti kita lihat sesuai perkembangan yang ada. Di mana situasi bencana yang memang tinggi, nanti akan kami tempatkan kapal tersebut maupun helikopter," ujarnya.
Di samping peningkatan peralatan operasional, Basarnas juga berkeinginan menambah jumlah personel. Pasalnya, jumlah anggota yang ada saat ini sebanyak 3.400 orang. Mereka tersebar di 38 kantor SAR sekelas provinsi, dan 77 pos serta 22 kantor di bawah pos siaga.
Menurut Syaugi, idealnya Basarnas memiliki jumlah personel sebanyak 7.000 orang untuk ikut membantu penanganan berbagai bencana di seluruh Nusantara yang dikelilingi oleh cincin api (ring of fire).
Personel yang sangat dibutuhkan adalah "rescuer" karena jumlahnya masih kurang 1700-an orang.
Selain itu, tenaga anak buah kapal untuk mendukung upaya pencarian dan pertolongan kepada korban kecelakaan pelayaran di perairan laut yang paling sering terjadi di Indonesia.
"Tahun ini Basarnas diberikan kesempatan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, untuk menambah jumlah personel sebanyak 160 orang," katanya. (*)
Pewarta : Udin
Editor : Awaludin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024