30 Perguruan Tinggi Muhammadiyah gandeng Universitas Brunei
Selasa, 23 Oktober 2018 8:50 WIB
Rektor Uhamka Prof Dr Suyatno dan Rektor Unissa Dr Norarfan disaksikan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid berfoto bersama usai penandatanganan kerja sama. (Foto Uhamka)
Jakarta, (Antaranews NTB) - Sebanyak 30 Perguruan Tinggi Muhammadiyah menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Sultan Sharif Ali (Unissa) Brunei Darussalam.
Siaran pers PP Muhammadiyah, yang dikirim ke Jakarta, Selasa pagi, menyebut penandatanganan naskah kerja sama dilakukan oleh Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Lincoln Arsyad PhD dengan Rektor Unissa Dr Haji Norarfan bin Haji Zaenal di Brunei Darussalam, Senin (22/10).
Prof Lincolin Arsyad PhD mengatakan, kerja sama tersebut terkait pengelolaan universitas dan proses menjadikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dikenal bukan saja di Indonesia tapi juga di luar negeri (internasionalisasi), apalagi Unissa memiliki ratusan mahasiswa asing dan puluhan dosen asing.
"Bentuk konkretnya antara lain 'joint research' (kerja sama riset), 'joint lecture' (kerja sama perkuliahan), 'joint conference' (kerja sama konferensi) dan studi lanjut lainnya yang melibatkan Unissa dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah,” kata Prof Lincolin.
Lincolin mengatakan, tugas dan kewajiban seluruh pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) adalah segera merealisasikan aktivitas akademik sebagai kelanjutan dari penandatanganan MoU dengan Unissa Brunei Darussalam itu.
Sementara itu, Rektor Unissa Brunei, Dr Haji Norarfan dalam sambutannya mengatakan, merasa senang PTM dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dapat menjalin kerja sama dengan Unissa sekalipun Unissa baru berdiri 11 tahun silam (2007).
Ia berharap kerja sama tersebut dapat menguntungkan kedua belah pihak.
Penandatanganan kesepakatan kerja sama dengan PP Muhammadiyah tersebut kemudian diikuti oleh penandatanganan masing-masing 30 rektor PTM secara bergantian yang disaksikan oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang, Prof Dr Edy Suandi Hamid.
Salah satu dari 30 perguruan tinggi Muhammadiyah yang menandatangani kerja sama tersebut adalah Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) Jakarta.
Rektor Uhamka Prof Dr Suyatno usai menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Rektor Unissa mengatakan, sebelumnya Uhamka juga telah menandatangani kerja sama dengan universitas asing dari berbagai negara, seperti Malaysia.
“Kami berharap kerja sama dengan perguruan tinggi asing akan mempercepat proses internasionalisasi Uhamka, selain tentu saja meningkatkan kualitas pendidikan di Uhamka,” kata Suyatno. (*)
Siaran pers PP Muhammadiyah, yang dikirim ke Jakarta, Selasa pagi, menyebut penandatanganan naskah kerja sama dilakukan oleh Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Lincoln Arsyad PhD dengan Rektor Unissa Dr Haji Norarfan bin Haji Zaenal di Brunei Darussalam, Senin (22/10).
Prof Lincolin Arsyad PhD mengatakan, kerja sama tersebut terkait pengelolaan universitas dan proses menjadikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dikenal bukan saja di Indonesia tapi juga di luar negeri (internasionalisasi), apalagi Unissa memiliki ratusan mahasiswa asing dan puluhan dosen asing.
"Bentuk konkretnya antara lain 'joint research' (kerja sama riset), 'joint lecture' (kerja sama perkuliahan), 'joint conference' (kerja sama konferensi) dan studi lanjut lainnya yang melibatkan Unissa dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah,” kata Prof Lincolin.
Lincolin mengatakan, tugas dan kewajiban seluruh pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) adalah segera merealisasikan aktivitas akademik sebagai kelanjutan dari penandatanganan MoU dengan Unissa Brunei Darussalam itu.
Sementara itu, Rektor Unissa Brunei, Dr Haji Norarfan dalam sambutannya mengatakan, merasa senang PTM dan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dapat menjalin kerja sama dengan Unissa sekalipun Unissa baru berdiri 11 tahun silam (2007).
Ia berharap kerja sama tersebut dapat menguntungkan kedua belah pihak.
Penandatanganan kesepakatan kerja sama dengan PP Muhammadiyah tersebut kemudian diikuti oleh penandatanganan masing-masing 30 rektor PTM secara bergantian yang disaksikan oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang, Prof Dr Edy Suandi Hamid.
Salah satu dari 30 perguruan tinggi Muhammadiyah yang menandatangani kerja sama tersebut adalah Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) Jakarta.
Rektor Uhamka Prof Dr Suyatno usai menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Rektor Unissa mengatakan, sebelumnya Uhamka juga telah menandatangani kerja sama dengan universitas asing dari berbagai negara, seperti Malaysia.
“Kami berharap kerja sama dengan perguruan tinggi asing akan mempercepat proses internasionalisasi Uhamka, selain tentu saja meningkatkan kualitas pendidikan di Uhamka,” kata Suyatno. (*)
Pewarta : Dewanti Lestari
Editor : Awaludin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hari ini 28 Februari 2026 puasa ke berapa? Ini hitungannya versi Muhammadiyah dan Pemerintah/NU
28 February 2026 8:02 WIB
Qori dan Qoriah Internasional menginspirasi kampus, UM Bima gaungkan generasi Qur'ani
26 February 2026 21:27 WIB
UM Bima perkuat kegiatan sosial dan halal bihalal jelang Ramadan 1447 Hijriah
17 February 2026 19:34 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
PLN NTB Dorong Literasi Kesehatan Anak Lewat Kolaborasi Mahasiswa Internasional
30 November 2025 23:16 WIB