Mataram (ANTARA) - Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (PWPM NTB) bersama Badan Amil Zakat Nasional Nusa Tenggara Barat (BAZNAS NTB) menggelar pengajian Ramadhan 1447 Hijriah sekaligus santunan bagi anak yatim di Panti Asuhan Muhammadiyah Mataram, Kamis.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi dakwah dan aksi sosial untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan melalui penguatan nilai keagamaan dan kepedulian terhadap anak yatim.
Pengajian Ramadhan dalam kegiatan itu disampaikan oleh Ust. Najamudin yang menekankan, pentingnya memahami esensi rukun Islam sebagai landasan dalam menjalankan ibadah puasa.
"Penting bagi kita untuk memahami esensi dasar rukun Islam sebagai pondasi dalam melaksanakan ibadah puasa. Nilai iman juga harus dipahami sebagai asas keyakinan dalam beribadah, sehingga puasa dijalankan dengan penuh keikhlasan dan harapan akan ampunan Allah SWT," katanya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Nusa Tenggara Barat, Ilham mengatakan kegiatan pengajian dan santunan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial Pemuda Muhammadiyah terhadap persoalan kemiskinan yang masih dihadapi sebagian masyarakat.
Menurut dia, anak-anak yatim tidak hanya membutuhkan bantuan material, tetapi juga pembinaan spiritual dan pendidikan karakter agar tumbuh menjadi generasi yang kuat secara mental dan moral.
"Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial kami dalam menjawab persoalan kemiskinan di tengah masyarakat. Anak-anak yatim harus diberdayakan, dibina spiritualitasnya, serta diperhatikan kebutuhannya agar terpenuhi secara jasmani dan rohani," ujarnya.
Baca juga: Jadwal buka puasa hari ini di Sumbawa, Kamis, 12 Maret 2026
Ketua Panti Asuhan Muhammadiyah Mataram, Subandriyo menyampaikan apresiasi kepada PWPM NTB atas kepedulian terhadap anak-anak panti asuhan.
Ia mengatakan, perhatian terhadap anak yatim merupakan bagian dari gerakan dakwah sosial Muhammadiyah yang harus terus dipelihara.
Baca juga: Jadwal buka puasa hari ini di Lombok Timur, Kamis, 12 Maret 2026
"Panti Asuhan Muhammadiyah merupakan bagian dari sejarah gerakan Muhammadiyah. Karena itu harus terus dirawat, diberdayakan, dan disantuni agar tetap menjadi pusat dakwah dan pelayanan sosial bagi masyarakat," katanya.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Selain memperdalam pemahaman keagamaan di bulan Ramadhan, acara tersebut juga menjadi momentum memperkuat semangat berbagi serta solidaritas sosial terhadap anak-anak yatim.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026