Mataram (ANTARA) - Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla, launching Badan Usaha Milik Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) NTB kerjasama dengan mahasiswa BCB UMMAT (Beasiswa Cendekia BAZNAS Universitas Muhammadiyah Mataram) dan Forum Mahasiswa Bajur (FORMABA), Jumat.
Kegiatan ini, dihadiri sejumlah OPD Pemprov NTB, Pemerintah Desa Bajur, Kapolres Lombok Barat, dan sejumlah pemuda dan mahasiswa, bertempat di Dusun Bajur Giri Jati, Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.
Wamen sekaligus Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah ini, bangga dengan PWPM NTB yang sudah memulai membangun kemandirian pemuda negarawan dengan program kewirausahaan di bidang peternakan seperti ini.
"Saya bangga dan apresiasi dengan PWPM NTB yang telah mampu membaca peluang dan membangun sinergitas dalam menjawab kemandirian pemuda negarawan dengan program kewirausahaan seperti usaha peternakan ayam petelur ini," ungkapnya saat melaunching badan usaha tersebut.
Dikatakannya, Muhammadiyah merupakan pelopor gerakan kewirausahaan sosial (social entreprise) di Indonesia.
"Semua Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi dibangun dengan semangat kemandirian dan efesiensi. Inilah yang terus menghidupkan dan memajukan Muhammadiyah hingga usianya yang lebih dari satu abad ini," paparnya.
Terkait sinergitas, lanjut Dzulfikar, Muhammadiyah selalu terbuka untuk bekerja sama dengan pihak manapun, termasuk pemerintah.
"Bahwa ada kerja sama dengan pemerintah untuk beberapa tempat dan lokasi, itu bagian dari semangat pemerintah memandang Muhammadiyah sebagai mitra kerja strategis untuk bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWPM NTB Ilham, mengatakan, badan usaha ini diharapkan menjadi role model dalam membangun kemandirian pemuda.
"PWPM NTB berkomitmen menjadikan program kewirausahaan seperti usaha peternakan ayam petelur sebagai role mode membangun kekuatan dan kemandirian ekonomi pemuda, apalagi untuk menjawab era efisiensi anggaran negara hari ini," tandasnya.
Selanjutnya, ia menegaskan, ikhtiar ini sebagai salah satu pemberdayaan pemuda dan mahasiswa di bidang peternakan juga ekonomi kreatif.
"Kita akan berdayakan kader-kader terbaik untuk mengambil peran strategis dalam bersinergi dengan pemuda dan mahasiswa lain untuk mengelola ini. Ini juga merupakan bagian dari Diaspora kader yang memiliki skil khusus bidang ekonomi dan peternakan," papar Ilham.
Di samping itu, Ketua PWPM NTB menegaskan, akan pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat kewirausahaan di Muhammadiyah.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk mendidik dan membekali anak-anak muda agar memiliki jiwa wirausaha yang tangguh dan berorientasi pada nilai-nilai Islam.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Bajur Ahmad Husni, turut apresiasi langkah inovatif PWPM NTB yang sudah menggandeng mahasiswa UMMAT dan pemuda desa bajur sebagai pembinaan kemandirian dan skill yang baik.
"Proses kreatif yang dilakukan PWPM NTB sungguh sangat mengedukasi pemuda dan mahasiswa desa bajur dan masyarakat untuk membangun kemandirian dan membina skill mereka sehingga mampu bekerja ke depannya lebih baik," ungkap dalam sambutannya.
Diketahui, kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan prasasti badan Usaha PWPM NTB kerjasama dengan mahasiswa BCB UMMAT dan FORMABA Desa Bajur.