Mataram (ANTARA) - Menjelang akhir bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, umat Islam di Indonesia mulai ramai memperbincangkan kapan Hari Raya Idul Fitri 2026 atau 1 Syawal 1447 H jatuh, karena prediksi dari sejumlah pihak menunjukkan tanggal yang berbeda.

Menurut hasil perhitungan kalender Hijriah yang dikeluarkan Muhammadiyah, Hari Raya Idul Fitri dirayakan pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini berdasarkan hisab hakiki menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), metode yang dipakai organisasi Islam tersebut.

Sementara itu, Pemerintah melalui Kementerian Agama serta Nahdlatul Ulama memperkirakan Idul Fitri akan bertepatan pada Sabtu, 21 Maret 2026. Penetapan itu bersumber dari Kalender Hijriah Indonesia dan Almanak yang mengacu pada perhitungan bersama, sekaligus biasanya menjadi acuan libur nasional.

Baca juga: Hari ini 28 Februari 2026 puasa ke berapa? Ini hitungannya versi Muhammadiyah dan Pemerintah/NU

Perbedaan satu hari ini terjadi karena masing-masing pihak menggunakan pendekatan berbeda dalam menentukan awal Syawal. Muhammadiyah memprioritaskan perhitungan astronomi global, sedangkan pemerintah dan NU biasanya menggabungkan hisab dengan hasil rukyah (pengamatan hilal) di sejumlah titik di seluruh Indonesia.

Meski begitu, tanggal resmi Idul Fitri akan ditetapkan melalui sidang isbat oleh Kemenag, yang biasanya digelar menjelang akhir Ramadhan berdasarkan laporan hilal. Keputusan itu nantinya akan menjadi penentu pasti kapan umat Islam akan mengumandangkan takbir dan merayakan kemenangan setelah sebulan penuh menunaikan ibadah puasa.

Perbedaan prediksi tanggal Idul Fitri bukan hal baru di Indonesia, namun tetap menjadi perhatian publik karena berpengaruh pada jadwal cuti bersama, mudik, dan perayaan keluarga besar.

Dengan semakin dekatnya penghujung Ramadhan, masyarakat diimbau terus memantau pengumuman resmi dari pemerintah dan mengikuti ketentuan yang diberlakukan di wilayah masing-masing.

Baca juga: Ini perkiraan malam Lailatul Qadar 2026, catat tanggalnya!
Baca juga: Ini amalan dahsyat di sepuluh malam terakhir Ramadhan



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026