"Dalam situasi tersebut tentunya KAHMI dituntut hadir bukan hanya sebagai organisasi alumni, tetapi juga sebagai kekuatan moral, intelektual dan sosial yang mampu menjaga arah perjalanan bangsa,"
Simalungun (ANTARA) - Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) diminta memperkuat perannya sebagai penjaga demokrasiserta perekat umat dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
"Peran KAHMI tentunya sangat dibutuhkan sebagai penjaga demokrasi," kata Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI Abdullah Puteh saat membuka Musyawarah Wilayah KAHMI Sumatera Utara di Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Jumat.
Menurut dia, tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks, mulai dari krisis geopolitik, ketimpangan ekonomi, polarisasi sosial, disrupsi teknologi hingga ancaman degradasi moral dan menurunnya kepercayaan terhadap institusi demokrasi.
"Dalam situasi tersebut tentunya KAHMI dituntut hadir bukan hanya sebagai organisasi alumni, tetapi juga sebagai kekuatan moral, intelektual dan sosial yang mampu menjaga arah perjalanan bangsa," ujarnya.
Ia mengatakan demokrasi tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kontestasi kekuasaan, namun harus menjadi instrumen menghadirkan keadilan sosial, kesejahteraan rakyat dan persatuan nasional.
Selain itu, KAHMI juga dinilai memiliki tanggung jawab historis untuk menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah di tengah menguatnya fragmentasi sosial dan polarisasi identitas.
“KAHMI harus menjadi jembatan dialog, ruang rekonsiliasi dan kekuatan pemersatu yang meneduhkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Abdullah Puteh menegaskan bahwa Indonesia Emas 2045 bukan hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan bonus demografi, tetapi juga tentang lahirnya bangsa yang maju secara teknologi, kuat secara ekonomi, kokoh secara budaya dan luhur secara moral.
Oleh karena itu, ia mendorong KAHMI terus melahirkan kader-kader pemikir, pemimpin, dan penggerak perubahan yang memiliki integritas, kapasitas, serta komitmen keumatan dan kebangsaan.
Ia juga menilai Sumatera Utara memiliki posisi strategis dalam perjalanan bangsa karena dikenal sebagai daerah yang melahirkan banyak tokoh nasional serta menjadi ruang perjumpaan budaya yang dinamis.
“Saya berharap KAHMI Sumatera Utara dapat menjadi pelopor penguatan moderasi, kebangsaan dan pemberdayaan umat di tingkat nasional,” katanya.
Abdullah Puteh berharap Musyawarah Wilayah KAHMI Sumatera Utara menghasilkan gagasan strategis, kepemimpinan visioner, program kerja yang membumi, serta konsolidasi organisasi yang semakin kokoh.
Baca juga: KAHMI Golf Club gelar halal bihalal di Jagorawi, 57 peserta hadir pererat silaturahmi
Baca juga: JK: Indonesia tak boleh diam jika Iran diserang
Baca juga: Wakil Ketua DPR sebut Rakornas KAHMI mendukung agenda strategis Prabowo
Pewarta : Juraidi
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026