Mataram (ANTARA) - Memasuki pertengahan Ramadhan, umat Islam diingatkan untuk mulai mempersiapkan diri menyambut sepuluh malam terakhir, fase paling istimewa yang diyakini menjadi waktu turunnya Lailatul Qadar.
Momentum ini bukan sekadar penutup Ramadhan, melainkan puncak ibadah yang nilainya disebut lebih baik dari seribu bulan. Karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk bersungguh-sungguh menghidupkan malam-malam tersebut dengan amal terbaik.
Sejumlah amalan dianjurkan untuk menggapai keberkahan Lailatul Qadar.
Pertama, menjaga puasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan, tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, sikap, dan perbuatan.
Kedua, menunaikan shalat malam seperti tarawih dan tahajud. Pada sepuluh malam terakhir, ibadah malam dianjurkan lebih ditingkatkan sebagai bentuk kesungguhan dalam mencari kemuliaan.
Baca juga: Ini perkiraan malam Lailatul Qadar 2026, catat tanggalnya!
Ketiga, melaksanakan i’tikaf di masjid. Ibadah ini menjadi momen untuk menjauh dari hiruk-pikuk dunia dan lebih fokus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Keempat, memperbanyak doa. Salah satu doa yang secara khusus diajarkan Rasulullah SAW untuk dibaca pada malam Lailatul Qadar adalah:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai memaafkan, maka maafkanlah aku).
Kelima, membaca dan mentadabburi Al-Qur’an. Sepuluh malam terakhir menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak tilawah sekaligus merenungi makna ayat-ayat suci.
Para ulama mengingatkan agar umat Islam tidak hanya fokus mencari satu malam tertentu, tetapi menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir dengan ibadah yang konsisten. Semakin mendekati akhir Ramadhan, justru semangat spiritual dianjurkan semakin ditingkatkan.
Dengan kesiapan hati dan kesungguhan amal, sepuluh malam terakhir bukan hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi kesempatan emas untuk meraih ampunan dan keberkahan yang tak ternilai.
Baca juga: Hari ini 28 Februari 2026 puasa ke berapa? Ini hitungannya versi Muhammadiyah dan Pemerintah/NU
Pewarta : ANTARA NTB
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026