Tips membuat film dokumenter
Kamis, 8 November 2018 16:17 WIB
Institut Kuliner Amerika atau Culinary Institute of America (CIA) mendokumentasikan makanan tradisional di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam bentuk film dokumenter. (Kuliner tradisional Lombok)
Mataram (Antaranews NTB) - Sineas film dokumenter pemenang Emmy Awards Lisa Russell membagikan beberapa tips untuk membuat film dokumenter lebih baik.
"Saya percaya membuat film adalah sebuah keahlian dan menceritakan merupakan sebuah keahlian jadi Anda harus memahami serta menguasainya seperti sebuah keahlian," ujar Lisa di Nusa Dua, Bali pada Rabu (7/11).
Dia mengaku butuh waktu tiga tahun untuk memahami keahlian membuat film dan bahwa proses editing lebih dari sekedar mengedit, namun juga bagaimana Anda menceritakan film itu secara keseluruhan.
"Jangan terburu-buru, temukan dulu cerita atau kisah yang hendak Anda filmkan lalu alokasikan waktu terbaik Anda untuk membuat film tersebut dan ketika selesai Anda baru mengerjakan setengah dari prosesnya," kata Lisa.
Menurutnya, setengah proses produksi lainnya dalam film dokumenter yang harus dilakukan oleh seorang sineas adalah berupaya menayangkan film yang telah dibuat tersebut.
"Saya menghadiri beragam konferensi, mengisi abstrak ilmiah mengenai film yang saya buat, kemudian berupaya menayangkannya di sekolah-sekolah dan acara konferensi," tutur Lisa.
Dia optimis meski tips-tips itu terlihat berat namun bisa dilakukan oleh semua orang walaupun memakan proses yang cukup lama.
"Saya menguasai keahlian saya dan membuat saya membutuhkan waktu yang begitu lama untuk menguasainya," kata Lisa dalam gelaran World Conference on Creative Economy.
Lisa Russell merupakan sineas Amerika Serikat yang selama lebih dari 15 tahun menggarap sejumlah film dokumenter, seperti "Youth Zones" yang mengangkat kisah generasi muda yang hidup di kawasan konflik atau pasca-bencana alam, kemudian "Its About People" pada tahun 2014 dan yang terbaru "Heroines of Health tahun 2017.
Salah satu karyanya yakni "Bi-Racial Hair", film dokumenter pendek mengenai pandangan satir terhadap ketegangan rasial di kalangan generasi muda keturunan Afrika-Amerika, berhasil membawa pulang trofi Emmy Awar
"Saya percaya membuat film adalah sebuah keahlian dan menceritakan merupakan sebuah keahlian jadi Anda harus memahami serta menguasainya seperti sebuah keahlian," ujar Lisa di Nusa Dua, Bali pada Rabu (7/11).
Dia mengaku butuh waktu tiga tahun untuk memahami keahlian membuat film dan bahwa proses editing lebih dari sekedar mengedit, namun juga bagaimana Anda menceritakan film itu secara keseluruhan.
"Jangan terburu-buru, temukan dulu cerita atau kisah yang hendak Anda filmkan lalu alokasikan waktu terbaik Anda untuk membuat film tersebut dan ketika selesai Anda baru mengerjakan setengah dari prosesnya," kata Lisa.
Menurutnya, setengah proses produksi lainnya dalam film dokumenter yang harus dilakukan oleh seorang sineas adalah berupaya menayangkan film yang telah dibuat tersebut.
"Saya menghadiri beragam konferensi, mengisi abstrak ilmiah mengenai film yang saya buat, kemudian berupaya menayangkannya di sekolah-sekolah dan acara konferensi," tutur Lisa.
Dia optimis meski tips-tips itu terlihat berat namun bisa dilakukan oleh semua orang walaupun memakan proses yang cukup lama.
"Saya menguasai keahlian saya dan membuat saya membutuhkan waktu yang begitu lama untuk menguasainya," kata Lisa dalam gelaran World Conference on Creative Economy.
Lisa Russell merupakan sineas Amerika Serikat yang selama lebih dari 15 tahun menggarap sejumlah film dokumenter, seperti "Youth Zones" yang mengangkat kisah generasi muda yang hidup di kawasan konflik atau pasca-bencana alam, kemudian "Its About People" pada tahun 2014 dan yang terbaru "Heroines of Health tahun 2017.
Salah satu karyanya yakni "Bi-Racial Hair", film dokumenter pendek mengenai pandangan satir terhadap ketegangan rasial di kalangan generasi muda keturunan Afrika-Amerika, berhasil membawa pulang trofi Emmy Awar
Pewarta : -
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terima autokritik , Bawaslu sarankan masyarakat tonton film "Dirty Vote"
13 February 2024 19:57 WIB, 2024
Film dokumenter 'Ritus Kebangru'an' potret kepedulian budaya tradisi
19 November 2023 4:59 WIB, 2023
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Aktor Denny Sumargo mengakui andil istri pengaruhi karakternya di film Baby Udon
27 August 2026 7:11 WIB
Artis Dolly Parton, 'ratu country' Amerika Serikat, meninggal dunia usia 80 tahun
26 August 2026 8:50 WIB
Dubes RI untuk Norwegia menyoroti musik, diplomasi pada Malam Budaya RI di Norwegia
26 August 2026 5:46 WIB