Hasil pemilu AS tak akan berpengaruh bagi Rusia
Minggu, 3 November 2024 17:30 WIB
Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin dan Wakil Ketua Dewan Keamanan Dmitry Medvedev berjalan bersama saat rapat di Moskow, Rusia, Jumat (17/1/2020). ANTARA FOTO/Sputnik/Dmitry Astakhov/Pool via REUTERS/nz/djo
Moskow (ANTARA) - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengatakan hasil pemilihan presiden Amerika Serikat tidak akan berpengaruh apa pun bagi Moskow.
"Bagi Rusia, pemilu (AS) tidak akan mengubah apa pun, karena posisi para kandidat sepenuhnya mencerminkan konsensus bipartisan tentang perlunya mengalahkan negara kita," kata Medvedev pada Minggu.
Ia menyebut Wakil Presiden AS sekaligus calon presiden dari Partai Demokrat, Kamala Harris, "bodoh, tidak berpengalaman, dan mudah dikendalikan." Menurut dia, Harris justru akan lebih diperintah oleh para menteri dan asistennya, serta secara tidak langsung, oleh keluarga mantan Presiden Barack Obama.
Baca juga: Iran ancam AS dan Israel dengan siap balasan menghancurkan
Sementara mantan Presiden Donald Trump, yang adalah capres Partai Republik, disebutnya tidak akan dapat menghentikan konflik di Ukraina "baik dalam sehari, dalam tiga hari, maupun dalam tiga bulan."
Baca juga: Armada tempur AS siap bantu Israel saat serang Iran
"Oleh karena itu, cara terbaik untuk menyenangkan para kandidat untuk jabatan tertinggi Amerika pada (pemilu) 5 November adalah dengan terus menghancurkan rezim Nazi Kiev!" kata Medvedev.
Sumber: Sputnik-OANA
"Bagi Rusia, pemilu (AS) tidak akan mengubah apa pun, karena posisi para kandidat sepenuhnya mencerminkan konsensus bipartisan tentang perlunya mengalahkan negara kita," kata Medvedev pada Minggu.
Ia menyebut Wakil Presiden AS sekaligus calon presiden dari Partai Demokrat, Kamala Harris, "bodoh, tidak berpengalaman, dan mudah dikendalikan." Menurut dia, Harris justru akan lebih diperintah oleh para menteri dan asistennya, serta secara tidak langsung, oleh keluarga mantan Presiden Barack Obama.
Baca juga: Iran ancam AS dan Israel dengan siap balasan menghancurkan
Sementara mantan Presiden Donald Trump, yang adalah capres Partai Republik, disebutnya tidak akan dapat menghentikan konflik di Ukraina "baik dalam sehari, dalam tiga hari, maupun dalam tiga bulan."
Baca juga: Armada tempur AS siap bantu Israel saat serang Iran
"Oleh karena itu, cara terbaik untuk menyenangkan para kandidat untuk jabatan tertinggi Amerika pada (pemilu) 5 November adalah dengan terus menghancurkan rezim Nazi Kiev!" kata Medvedev.
Sumber: Sputnik-OANA
Pewarta : Yashinta Difa
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK boyong Mercy dan Pajero terkait kasus Wali Kota Madiun nonaktif ke Jakarta
04 February 2026 21:58 WIB
Ketua DPR Puan sebut psikologis anak harus jadi perhatian usai ada kasus di NTT
04 February 2026 19:52 WIB